Zulkifli Hasan Tegaskan Swasembada Garam Melalui Hilirisasi Teknologi Modern

  • 08 Mar 2026 21:14 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Menteri Koordinator Bidang Ketahanan Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen pemerintah mewujudkan swasembada garam nasional melalui penguatan hilirisasi berbasis teknologi tinggi. Langkah ini ditandai dengan peninjauan pengolahan garam di PT. Garam Camplong Madura pada Minggu, 8 Maret 2026. Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan menegaskan swasembada garam harus segera dicapai baik dari garam rakyat maupun industri modern.

“Pemerintah akan melakukan perlindungan garam rakyat dengan penetapan harga dasar, dan pengolahan garam secara modern dari PT Garam, nantinya akan terwujud ketahanan ekonomi dalam negeri melakui swasembada garam,” tutur Zulhas.

Untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri, Danantara telah melakukan investasi dengan melakukan ground breaking tiga titik pengolahan garam modern di Desa Pangarengan, Sampang. Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, menjelaskan ground breaking ini merupakan salah satu dari tiga titik proyek utama.

"Pabrik ini akan menggunakan kombinasi teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) dan MVR, yaitu teknologi produksi garam dari air laut secara cepat dan masif tanpa terpengaruh oleh faktor cuaca. Ini adalah solusi atas kendala produksi yang selama ini dihadapi petani garam konvensional," ucap Abraham Mose.

Diproyeksikan pabrik pengolahan garam modern di Sampang nantinya akan memproduksi 200 ribu ton garam per tahun, di Gresik 100 ribu ton dan di Bontang sebanyak 1 juta ton pertahun. Tidak hanya angka produksi, dari aspek sosial operasional pabrik akan mampun menyerap tenaga kerja hingga 200 orang.

Pembangunan pabrik garam Fase I ini ditargetkan selesai secara bertahap mulai awal 2027 hingga awal 2028.

Pemerintah menyatakan bahwa jika pada tahun 2027 kebutuhan garam nasional masih belum tercukupi sepenuhnya, kebijakan relaksasi impor sebagian tetap akan disiapkan sebagai langkah transisi menuju kemandirian penuh.

Rekomendasi Berita