Sebanyak 481 PMI Sampang Bekerja di Timur Tengah Periode 2023–202
- 03 Mar 2026 19:25 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat menjadi perhatian terhadap keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang yang bekerja di kawasan Timur Tengah. Pemerintah daerah memastikan pemantauan terus dilakukan terhadap tenaga kerja yang berangkat secara resmi.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang mencatat total 481 PMI legal bekerja di sejumlah negara Timur Tengah selama periode 2023 hingga 2025. Data tersebut merupakan pekerja yang terdaftar secara resmi di dinas.
Pada 2023, sebanyak 119 orang tercatat berangkat ke Arab Saudi. Memasuki 2024, terdapat 90 orang ke Arab Saudi, dua orang ke Turki, satu orang ke Qatar, satu orang ke Yordania, satu orang ke Kuwait, dan satu orang ke Uni Emirat Arab.
Sementara pada 2025, jumlah keberangkatan ke Arab Saudi meningkat menjadi 200 orang. Selain itu, 65 orang tercatat ke Turki, satu orang ke Yordania, dan satu orang ke Uni Emirat Arab.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo, menegaskan seluruh angka tersebut merupakan data resmi. “Itu semua yang tercatat secara legal di kami,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki, tidak terdapat PMI asal Sampang yang terdaftar bekerja di Iran, Israel, maupun Amerika Serikat. “Sepanjang data resmi kami, tidak ada yang ke negara-negara tersebut,” katanya.
Disnaker Sampang menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah dan membuka layanan pengaduan bagi keluarga PMI apabila terjadi kendala komunikasi atau permasalahan lainnya.