Konflik Iran-Israel Memanas, 481 PMI Sampang Terdata di Timur Tengah
- 03 Mar 2026 19:22 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Konflik bersenjata di Timur Tengah memanas setelah serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran yang dibalas Teheran dengan serangan terhadap 14 pangkalan Amerika Serikat dan sejumlah pusat penting Israel pada 28 Februari 2026.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap warga Indonesia yang bekerja di kawasan tersebut, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang mencatat sebanyak 481 PMI resmi bekerja di negara-negara Timur Tengah sejak 2023 hingga 2025. Data ini merupakan pekerja legal yang terdaftar di dinas.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo, menjelaskan bahwa Arab Saudi menjadi tujuan terbanyak.
“Tahun 2023 ke Arab Saudi 119 orang, tahun 2024 sebanyak 90 orang, dan tahun 2025 sebanyak 200 orang,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.
Jika ditotal, jumlah PMI Sampang di Arab Saudi selama tiga tahun mencapai 409 orang. Selain itu, Turki tercatat 67 orang, Qatar satu orang, Yordania dua orang, dan Uni Emirat Arab dua orang.
Menurut Uriantono, hingga awal Maret 2026 belum ada laporan gangguan keamanan terhadap PMI asal Sampang. “Belum ada laporan atau keluhan yang masuk ke kami,” katanya.
Ia menegaskan data tersebut hanya mencakup PMI resmi. “Yang tidak resmi kami tidak memiliki datanya,” ujarnya.
Disnaker mengimbau keluarga PMI tetap menjalin komunikasi rutin dan segera melapor jika terjadi putus kontak lebih dari satu minggu.