Bulog Perkuat Distribusi Beras di Daerah Bencana untuk Kendalikan Harga Pangan
- 23 Feb 2026 13:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026 juga menyoroti upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan di wilayah terdampak bencana. Dalam forum yang digelar Kementerian Dalam Negeri tersebut, Perum Bulog menegaskan distribusi beras terus dilakukan secara intensif guna mengantisipasi lonjakan harga akibat terganggunya rantai pasok.
Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Amrullah, menjelaskan sejumlah daerah yang mencatat kenaikan harga signifikan umumnya berada di wilayah terdampak bencana alam. Di antaranya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang hingga kini masih membutuhkan suplai tambahan untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Amrullah mengatakan hingga hari ini pihaknya masih terus melakukan kegiatan suplai bantuan beras dan tetap menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara masif. Program stabilisasi tersebut menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan distribusi beras tetap berjalan di tengah kondisi darurat.
Bulog mengakui tantangan distribusi masih terjadi di beberapa wilayah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur pascabencana. Meski demikian, penyaluran beras tetap dilakukan melalui berbagai moda transportasi alternatif, mulai dari jalur darat, laut, hingga udara agar bantuan dapat mencapai titik distribusi yang telah ditetapkan.
Selain faktor geografis, sebagian daerah yang harga berasnya berada di atas harga eceran tertinggi (HET) juga memiliki preferensi tinggi terhadap beras lokal. Kondisi tersebut membuat intervensi pasar memerlukan pendekatan distribusi yang lebih fleksibel, termasuk penyesuaian pola penyaluran agar sesuai dengan kebiasaan konsumsi masyarakat setempat.
Untuk mengatasi kendala logistik, Bulog juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aparat dan lembaga terkait, dalam penyediaan gudang tambahan sebagai lokasi penyimpanan stok. "Pemanfaatan fasilitas tersebut dilakukan untuk memastikan cadangan beras tetap tersedia dan dapat segera disalurkan ketika terjadi gangguan pasokan," katanya.
Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan distribusi beras SPHP terus berjalan bersamaan dengan kegiatan pasar pangan murah di sejumlah daerah terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi nasional, di mana stabilisasi harga pangan dilakukan melalui intervensi langsung pada wilayah yang mengalami tekanan harga paling tinggi.