Kuwait Peringati Hari Nasional ke-65 dan Hari Pembebasan ke-35
- 25 Feb 2026 08:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kuwait - Pemerintah Kuwait menetapkan Rabu, 25 Februari 2026, sebagai hari libur nasional resmi dalam rangka memperingati Hari Nasional ke-65. Keputusan tersebut diambil dalam rapat mingguan Dewan Menteri yang dipimpin Perdana Menteri Syeikh Ahmad Al-Abdullah Al-Sabah.
Komisi Layanan Sipil (CSC) Kuwait mengumumkan bahwa libur resmi berlangsung selama dua hari, yakni pada 25 dan 26 Februari. Dengan tambahan akhir pekan, sektor publik di Kuwait menikmati masa libur selama empat hari berturut-turut hingga Sabtu.
Peringatan Hari Nasional pada 25 Februari 2026 ini menandai tonggak sejarah kemerdekaan Kuwait yang ke-65 tahun. Berdasarkan arsip Amiri Diwan, tanggal ini merujuk pada hari naik takhta Syeikh Abdullah Al-Salem Al-Sabah sebagai penguasa ke-11 pada 1950.
Syeikh Abdullah Al-Salem diakui sebagai Bapak Pendiri sekaligus arsitek Kuwait modern yang menandatangani perjanjian kemerdekaan tahun 1961. Selain itu, ia merupakan tokoh kunci yang menyetujui Konstitusi Kuwait pada 11 November 1962.
Sementara itu, tanggal 26 Februari diperingati sebagai Hari Pembebasan ke-35 bagi bangsa Kuwait dari pendudukan Irak pada 1991. Pembebasan tersebut tercapai melalui operasi militer koalisi internasional yang dikenal sebagai 'Operation Desert Storm'.
Kementerian Dalam Negeri Kuwait telah menyiagakan personel keamanan penuh di seluruh sektor strategis untuk menjaga ketertiban umum. Letnan Jenderal Abdulwahab Al-Wuhaib mengonfirmasi pengamanan ketat di sepanjang Arabian Gulf Road dan area Kuwait Towers.
Pemerintah Kuwait juga mengeluarkan imbauan tegas terkait perilaku publik selama parade dan perayaan berlangsung di pusat kota. Terdapat pembatasan penggunaan pistol air dan balon air secara berlebihan guna menjamin keselamatan serta kebersihan lingkungan publik.
Agenda budaya tahun 2026 dimeriahkan dengan Kejuaraan Balap Unta Internasional ke-24 yang diselenggarakan di wilayah Kebd. Selain itu, masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional 'Ardha' yang digelar secara meriah di kawasan Souq Al-Mubarakiya.
Secara historis, pergeseran perayaan Hari Nasional dari 19 Juni ke 25 Februari ditetapkan melalui dekrit amiri sejak tahun 1963. Langkah ini diambil pemerintah untuk menghindari cuaca panas ekstrem yang biasanya melanda wilayah Teluk saat musim panas.
Sebagai anggota ke-111 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kuwait terus memperkuat identitas nasionalnya melalui peringatan bersejarah ini. Seluruh operasional kantor pemerintahan dijadwalkan kembali normal pada hari Minggu, 1 Maret 2026, setelah rangkaian perayaan berakhir.