Balai Konservasi Aceh Tutup sementara Tugu Nol Kilometer Selama 10 Hari
- 09 Mar 2026 15:19 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Destinasi wisata Tugu Nol Kilometer di Kota Sabang ditutup sementara bagi pengunjung selama sepuluh hari, terhitung sejak 6 hingga 16 Maret 2026. Penutupan dilakukan untuk mendukung kegiatan penataan kawasan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata mengatakan, penutupan sementara tersebut dilakukan karena adanya sejumlah pekerjaan penataan di kawasan Tugu Nol Kilometer yang berada di kawasan Taman Wisata Alam Pulau Weh.
“Kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Taman Wisata Alam Pulau Weh, Kota Sabang, ditutup sementara hingga beberapa hari ke depan karena ada sejumlah pekerjaan di kawasan tersebut,” kata Ujang sebagaimana dilansir Kantor Berita Antara, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan antara lain pembersihan serta penertiban area di sekitar tugu. Selama ini kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
Menurutnya, penataan kawasan dilakukan agar pelayanan kepada pengunjung dapat lebih optimal setelah lokasi kembali dibuka. Selain itu, langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
“Penutupan kunjungan sementara ini merupakan bagian dari persiapan dan optimalisasi pelayanan, termasuk untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan pengunjung di kawasan Tugu Nol Kilometer,” ujarnya.
Tugu Nol Kilometer berada di kawasan Taman Wisata Alam Pulau Weh, tepatnya di sebelah barat Gampong Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Lokasi tersebut berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Sabang.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sabang sekaligus menjadi simbol titik paling barat Indonesia. Setiap tahunnya, lokasi tersebut dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin melihat langsung penanda geografis Indonesia dari ujung barat.
Tugu Nol Kilometer pertama kali dibangun pada 1997 dan telah mengalami beberapa kali revitalisasi. Bangunan tugu yang ada saat ini merupakan model kedua dengan konstruksi dua lantai dan tinggi mencapai sekitar 22 meter.
Tugu tersebut memiliki empat lingkaran dengan ornamen rencong, yang merupakan senjata tradisional khas Aceh, sehingga menambah nilai simbolik dan daya tarik wisata bagi para pengunjung yang datang ke Pulau Weh, Kota Sabang.