PLN Mantapkan Pembangunan Kelistrikan Aceh Lewat RUPTL 2025-2034

  • 22 Okt 2025 07:36 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo mengatakan PLN terus memantapkan rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan jangka panjang di Provinsi Aceh.

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025 - 2034, PLN menargetkan penyelesaian pembangunan transmisi 275 kilovolt dari Sigli ke Pangkalan Susu pada tahun 2028, serta pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di berbagai wilayah Aceh.

Hal itu dikatakannya saat wawancara bersama awak media di sela kegiatan Light Up The Dream di Kota Sabang, Aceh, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-80 tahun 2025, Selasa (21/10/2025)

Hartanto menjelaskan, program RUPTL 2025-2034 merupakan peta jalan nasional yang disusun PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan Indonesia, termasuk wilayah barat dan timur Nusantara. Melalui rencana ini, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW), dengan porsi energi terbarukan mencapai 61 persen dari total penambahan daya nasional.

Menurut Hartanto, Aceh menjadi salah satu provinsi dengan potensi energi terbarukan yang besar terutama pada sektor Mikro hidro dan bioenergi. Pembangunan jaringan transmisi dari Sigli ke Pangkalan Susu diharapkan mampu memperkuat sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera bagian utara sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik di Aceh.

“PLN ingin memastikan seluruh wilayah termasuk Sabang sebagai gerbang barat Indonesia memiliki akses listrik yang andal dan berkelanjutan. Program itu ditujukan untuk pemerataan energi sebagai hak dasar masyarakat,” kata Hartanto.

Melalui kegiatan Light Up The Dream, tambah Hartanto, PLN turut menyalakan listrik bagi sepuluh keluarga di Sabang yang belum memiliki sambungan listrik sendiri, sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi anak yatim dan janda. Kegiatan serupa, lanjut Hartanto, juga digelar serentak di seluruh Indonesia hingga 27 Oktober sebagai bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional ke-80.

Hartanto menyebut, kegiatan di Sabang menjadi simbol semangat “menyalakan Indonesia dari ujung barat”. “Dari Sabang kita menyalakan semangat, dan dari sinilah kita ingin menghadirkan sejarah baru tentang pemerataan energi untuk seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Melalui program jangka panjang dan kegiatan sosial yang terintegrasi, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menyalakan negeri dari Sabang hingga Merauke, menghadirkan listrik yang merata, hijau, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Rekomendasi Berita