Habib Idrus Pertanyakan Keseriusan Pemkot Tangerang Tangani Banjir Periuk
- 14 Mar 2026 09:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PKS, Habib Idrus Aljufri, mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Tangerang dalam menangani banjir di Kota Tangerang, Banten. Banjir yang merendam permukiman warga di kawasan Periuk Damai dan Perumahan Villa Mutiara Pluit, dan Perumahan Total Persada di Kota Tangerang berdampak bagi ribuan warga.
Banjir yang dilaporkan mencapai ketinggian antara 2 hingga 5 meter itu telah merendam kawasan permukiman warga selama beberapa hari. Di sejumlah titik bahkan hanya atap rumah yang masih terlihat akibat tingginya genangan air.
Bahkan di Perumahan Periuk Damai dan Perumahan Total Persada banjir menenggelamkan ribuan rumah warga selama 5 hari mulai dari hari Minggu, 8 Maret 2026 hingga Kamis, 13 Maret 2026. Puncaknya selama 3 hari di perumahan tersebut banjir menenggelamkan rumah warga hingga ketinggian 5 meter.
Menurut Habib Idrus, kondisi ini sangat memprihatinkan karena hingga hari kelima banjir masih merendam rumah-rumah warga dan memaksa banyak keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka. Meski saat ini banjir telah surut.
“Banjir ini sudah berlangsung selama lima hari, tentu saja menjadi pertanyaan, sejauh mana keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini. Kita sangat prihatin,” ujar Habib Idrus dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026 malam.
Akibat banjir tersebut, banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke masjid-masjid di sekitar lokasi. Ketika mengungsi mereka membawa kasur serta peralatan rumah tangga yang masih bisa diselamatkan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu bergerak lebih cepat dan serius, baik dalam penanganan darurat maupun mencari solusi permanen agar banjir tidak terus berulang. “Ini yang dibutuhkan respon cepat pemimpin daerah,” ujarnya.
“Penanganan banjir tidak boleh hanya bersifat reaktif. Harus ada langkah nyata, mulai dari perbaikan sistem drainase, pengelolaan aliran air, hingga penataan kawasan yang rawan banjir,” katanya.
Habib Idrus juga meminta pemerintah daerah memastikan kebutuhan para warga terdampak terpenuhi selama masa pengungsian, termasuk ketersediaan makanan dan air bersih. Pemerintah daerah juga harus memberikan kebutuhan layanan kesehatan, serta tempat pengungsian yang layak.
Menurutnya, keselamatan dan kondisi warga harus menjadi prioritas utama di tengah situasi darurat seperti ini. “Yang paling penting saat ini adalah memastikan warga yang terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan yang memadai,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah yang lebih efektif agar genangan air surut dengan cepat dan warga tidak kebingungan tiap kali turun hujan dan segera mencarikan solusi. “Musibah ini harus menjadi evaluasi serius agar ke depan penanganan banjir di Kota Tangerang bisa lebih baik dan tidak terus berulang,” ucapnya.
Sebelumnya Ketua RW 013 Perumahan Villa Mutiara Pluit Darto mengatakan banjir yang melanda perumahan warga merupakan banjir terburuk sepanjang sejarah banjir. “Ini banjir terburuk sepanjang sejarah,” ucapnya tegas.