SINO Doctoral Forum 2025: Pererat Hubungan Indonesia-Tiongkok Lewat Pendidikan
- 29 Apr 2025 14:50 WIB
- Purwokerto
KBRN, Beijing : Scholars of Indonesia-China Network (SINO), sebuah organisasi mahasiswa pascasarjana Indonesia di Tiongkok, menggelar SINO Doctoral Forum 2025 sebagai wujud perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok. Forum ini menjadi ruang bertemunya para cendekiawan muda kedua negara untuk memperkuat kerja sama pendidikan, riset, dan hubungan antarwarga (people-to-people relations).
Ketua SINO, Qonidah Salsabila Senja, menyampaikan bahwa forum ini bukan sekadar ajang akademik, tetapi juga simbol eratnya relasi dua negara.
“Acara ini merupakan perayaan hubungan baik yang sudah terjalin selama 75 tahun antara kedua negara. Hubungan tersebut memungkinkan kami menempuh pendidikan di Tiongkok, menjalin hubungan antarwarga, serta berkontribusi pada kemajuan pendidikan dan riset di Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya dalam keterengan pers yang diterima oleh RRI Purwokerto Selasa ( 29/4/2025).
Acara dibuka oleh Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk RRT dan Mongolia, Parulian George Andreas Silalahi, yang menyoroti capaian hubungan bilateral dalam bidang perdagangan, sosial, dan budaya selama tujuh dekade terakhir.
Forum ini juga menghadirkan sesi seminar yang dimoderasi oleh Adri Arlan Sinaga, mahasiswa doktoral dari University of International Business and Economics. Seminar menghadirkan narasumber lintas negara, yakni:
- Yudil Chatim, Atase Pendidikan KBRI Beijing,
- Prof. Xu Liping dari Chinese Academy of Social Sciences (CASS),
- Hendy Yuniarto, akademisi Indonesia yang mengajar di Beijing Foreign Studies University,
- serta Waheed Ahmadzai dari komunitas internasional Asia Thinkers Alliance (ATA).
Diskusi berfokus pada proyeksi hubungan Indonesia–Tiongkok dalam konteks dinamika global yang terus berkembang, termasuk peran akademisi muda dalam memperkuat kerja sama strategis kedua negara.
Selain seminar, forum juga diramaikan dengan lomba poster riset yang diikuti oleh peneliti dari Indonesia, Tiongkok, serta mahasiswa internasional. Dienny Redha Rahmani dari Beijing University of Chemical Technology dinobatkan sebagai presenter terbaik. Supriyadi dari Tianjin University dan Zhuoran Li dari Peking University meraih posisi kedua dan ketiga.
SINO Doctoral Forum 2025 menegaskan peran penting komunitas akademik dalam menjaga keberlanjutan hubungan strategis Indonesia–Tiongkok, sekaligus membangun jejaring riset yang inklusif dan kolaboratif.