202 Masjid Ramah Pemudik Siap Layani Umat Sambut Lebaran di Kalbar
- 12 Mar 2026 19:07 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Semangat kebersamaan dan pelayanan umat menjelang Idul Fitri 1447 H semakin terasa di Kalimantan Barat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H. Muhajirin Yanis meninjau langsung lokasi Kick-off Program Masjid Ramah Pemudik Idul Fitri 1447 H/2026 M di salah satu masjid strategis kawasan pelabuhan Masjid Attaqwa Maryana Kota Pontianak, Rabu , 11 Maret 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Kakanwil didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam (URAIS) Kanwil Kemenag Kalbar H. Mi’rad serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak H. Ruslan. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen bersama menghadirkan wajah masjid yang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan kemanusiaan bagi para pemudik.
Muhajirin Yanis menjelaskan bahwa sebanyak 202 masjid di Kalimantan Barat telah disiapkan menjadi Masjid Ramah Pemudik. Program ini dirancang untuk memberikan tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik yang membutuhkan waktu beristirahat di perjalanan.
“Pemudik yang melintasi Kalimantan Barat bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Karena itu masjid-masjid di jalur perlintasan, seperti di wilayah Semparuk Kabupaten Sambas hingga Entikong Kabupaten Sanggau yang berbatasan dengan Sarawak Malaysia, turut menyiapkan layanan bagi mereka,” kata Muhajirin.
Ia menambahkan, para pengurus masjid tidak hanya menyediakan ruang ibadah, tetapi juga fasilitas pendukung seperti tempat istirahat, kamar mandi, toilet, tempat wudhu, takjil berbuka, hingga makanan sahur. Bahkan beberapa masjid siap memberikan pelayanan selama 24 jam bagi para musafir.
Menurut Muhajirin, peluncuran program di Pontianak yang berada di kawasan pelabuhan memiliki makna strategis, karena menjadi salah satu titik pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya.“Saya menyampaikan apresiasi kepada para ketua takmir, pengurus masjid, jamaah, serta para donatur yang dengan ringan tangan menyediakan fasilitas, makanan, dan berbagai kebutuhan bagi para pemudik. Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan ukhuwah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian Agama terhadap upaya pemerintah dalam melayani arus mudik. Jika selama ini pemerintah menyiapkan posko dan tenda layanan pemudik, kini masjid, rumah ibadah, bahkan KUA turut menjadi ruang pelayanan umat.