Dekan FEB Untad Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Mahasiswa

  • 12 Mar 2026 20:19 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako, Prof. Dr. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya mahasiswa mengasah kecerdasan finansial di luar bangku perkuliahan. Hal ini disampaikan saat diwawancarai usai kegiatan bootcamp Smart Financial Journey batch ke-60 yang digelar Hana Asa Indonesia di kantor OJK Sulawesi Tengah, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Prof. Wahyuningsih, pendidikan di kampus seringkali masih didominasi oleh teori manajemen keuangan dan akuntansi. Kegiatan praktik lapangan bersama lembaga seperti OJK dan perbankan sangat krusial agar mahasiswa mampu menghadapi realitas dunia keuangan yang sesungguhnya.

“Mahasiswa memiliki kesempatan untuk melihat langsung dunia nyata, sehingga mereka tidak hanya sekadar belajar teori,” ujar Prof. Wahyuningsih.

Ia menyoroti tantangan besar generasi muda saat ini, yakni maraknya tawaran kemudahan melalui platform digital yang justru menjerumuskan. Fenomena judi online, pinjaman online ilegal, serta gaya hidup FOMO (fear of missing out) menjadi ancaman serius bagi masa depan mahasiswa jika tidak diantisipasi dengan bijak.

Baca Juga: Bootcamp Batch 60: Hannah Asa Indonesia Perkuat Kecerdasan Literasi Generasi Muda

Dekan FEB Untad itu menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai instansi keuangan untuk memberikan edukasi aplikatif. Langkah ini diambil agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual.

“Kunci mengelola keuangan itu dimulai dari mindset dan kesederhanaan keinginan, agar tidak terjadi kondisi besar pasak daripada tiang,” ucapnya.

Prof. Wahyuningsih menekankan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan yang harus mampu menyebarkan literasi keuangan tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat luas. Ia berharap lulusan ekonomi ke depan menjadi sarjana yang cerdas secara menyeluruh serta sukses dalam menata masa depan.

“Belajar tidak hanya di dalam kelas, mahasiswa harus memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang bagus agar sukses secara berkelanjutan,” ucapnya.

Program Bootcamp Smart Financial Journey ini rutin dilaksanakan oleh Hana Asa Indonesia sebagai komitmen dalam memperkecil kesenjangan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Tengah. Hingga Maret 2026, tercatat lebih dari 3.231 peserta telah mendapatkan edukasi finansial untuk membangun kemandirian ekonomi.

Baca Juga: Wali Kota Palu Tingkatkan Pengelolaan Potensi Ekonomi Wilayah

Founder Hana Asa Indonesia, Mardiyah menyatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan data nasional tahun 2025, masih ditemukan celah besar antara kepemilikan produk keuangan dengan pemahaman masyarakat dalam mengelolanya.

"Tujuannya itu kita ingin mengajak anak muda Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu biar lebih cerdas lagi di dalam mengelola keuangan," ucap Mardiyah.

Melalui kegiatan ini, ia berharap mampu memberikan pemahaman kepada generasi muda Sulawesi Tengah dalam mengelola pengeluaran. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah terjadinya permasalahan keuangan atau Finansial Stress yang disebabkan oleh lemahnya pengetahuan pengelolaan keuangan.

"Di Sulawesi Tengah khususnya anak muda itu punya Kelemahan seperti tidak punya tujuan keuangan, tidak melakukan pencatatan keuangan, dan tidak punya dana darurat," ucapnya.

Rekomendasi Berita