Perempuan Desa Jadi Garda Terdepan Kesiapsiagaan Bencana
- 13 Feb 2026 23:17 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana di tingkat desa dinilai sangat strategis, terutama dalam melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Hal ini terungkap dalam dialog interaktif program Jaga Malam RRI bersama Mercy Corps Indonesia dan perwakilan Kelompok Siaga Bencana (KSB) dari Kabupaten Sigi, Senin (09/02/2026)
Sekretaris Kelompok Siaga Bencana (KSB) Desa Namo, Suci, menjelaskan bahwa KSB merupakan wadah relawan desa yang dibentuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mitigasi, dan penanggulangan risiko bencana di tingkat lokal. KSB berperan aktif sejak fase pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana.
“Di pra-bencana kami melakukan sosialisasi dan pelatihan, saat bencana melakukan evakuasi, dan setelah bencana melakukan pendampingan pemulihan masyarakat,” jelas Suci.
Ketua KSB Desa Wisolo, Intan, menambahkan bahwa perempuan memiliki sensitivitas tinggi terhadap kebutuhan masyarakat sehingga mampu memahami kondisi kelompok rentan secara lebih mendalam. Menurutnya, perempuan juga lebih efektif dalam menyampaikan informasi kesiapsiagaan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pekerja Kemanusiaan Mercy Corps Indonesia, Hilda Rumambi, menyebut keterlibatan perempuan penting karena mereka merupakan manajer keluarga sekaligus agen perubahan di desa. Informasi kebencanaan yang diterima perempuan cenderung lebih cepat disebarluaskan ke keluarga dan tetangga.
Program penguatan KSB yang difasilitasi Mercy Corps Indonesia saat ini telah berjalan di 13 desa di Kabupaten Sigi, meliputi Kecamatan Kulawi dan Dolo Selatan. Setiap desa memiliki satu KSB yang beranggotakan tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, RT, hingga kepala dusun.
Melalui edukasi berkelanjutan, diharapkan perempuan tidak hanya menjadi kelompok terdampak bencana, tetapi juga penggerak utama dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat. (MN)