Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Lematang Cari Warga Modong yang Hanyut
- 13 Mar 2026 09:14 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Pali - Arus deras Sungai Lematang menyeret tubuh seorang pria yang terpeleset dari atas jembatan Desa Modong. Tim SAR Gabungan berpacu dengan waktu guna menemukan keberadaan korban pada hari kedua pencarian ini.
Korban bernama Tedi (43) terjatuh ke dalam sungai saat sedang duduk di atas jembatan pada Kamis, 12 Maret 2026. Saksi mata melihat tubuh warga Desa Modong tersebut hilang tertelan pusaran air sekitar pukul 09.00 WIB.
Kantor SAR Palembang menerima laporan kecelakaan air tersebut pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 11.20 WIB. Pihak berwenang segera mengirimkan tim rescue menuju lokasi kejadian untuk memulai operasi penyelamatan.
Personel Basarnas mengawali operasi dengan memetakan titik koordinat jatuhnya korban di Kecamatan Tanah Abang. Petugas langsung menyisir area sekitar jembatan menggunakan perlengkapan penyelamatan air yang lengkap.
Tim SAR Gabungan memulai kembali penyisiran permukaan air pada Jumat pagi ini. Petugas membagi kekuatan menjadi dua unit pencari guna memperluas jangkauan pemantauan di aliran sungai.
Unit pertama menyisir bagian kanan sungai menggunakan perahu karet menuju arah utara. Tim kedua fokus memantau sisi kiri sungai untuk mencari keberadaan tanda-tanda tubuh korban.
Para petugas memperluas area pencarian hingga mencapai radius 10 kilometer persegi dari lokasi awal. Personel TNI/Polri dan BPBD PALI turut membantu mengamati setiap tumpukan sampah di pinggir sungai.
Relawan dan masyarakat setempat mendukung penuh proses evakuasi dengan menyediakan informasi jalur sungai. Petugas pemadam kebakaran juga bersiaga di titik-titik krusial untuk mengantisipasi temuan mendadak.
Tim penyelam akan turun ke dasar sungai jika kondisi arus air mulai melandai dan jernih. Tim berencana memeriksa celah-celah di bawah jembatan yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengonfirmasi bahwa tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan Tedi. "Kami terus mengupayakan pencarian maksimal dengan berbagai metode yang memungkinkan," ujar Raymond..
Raymond juga berharap sinergi antarunsur SAR dapat mempercepat proses penemuan warga yang hilang tersebut. Raymond meminta doa dari keluarga korban agar operasi kemanusiaan ini membuahkan hasil secepatnya.
Pihak Basarnas mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di pinggir sungai. "Kami meminta warga berhati-hati saat berada di perairan guna menghindari kecelakaan serupa," tutup Raymond.