Gubernur Sumsel Pimpin Apel Kesiapan Operasi Ketupat Musi 2026

  • 13 Mar 2026 07:53 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memimpin apel gelar pasukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026. Apel tersebut digelar sebagai langkah pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Kegiatan berlangsung di halaman Griya Agung Palembang, Kamis 12 Maret 2026. Apel diikuti personel TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait.

Apel diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Gubernur Sumsel didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho. Kegiatan dilanjutkan dengan penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Musi 2026.

Penyematan pita dilakukan kepada perwakilan personel TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan. Prosesi tersebut menandai dimulainya pengamanan arus mudik Lebaran di Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Ia menegaskan apel gelar pasukan menjadi tahap akhir pengecekan kesiapan personel dan sarana pendukung.

“Apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana, dan prasarana,” katanya.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Kondisi tersebut memerlukan kesiapan pengamanan yang maksimal.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri menggelar Operasi Terpusat Ketupat 2026 selama 13 hari. Operasi berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Pengamanan melibatkan 161.243 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait. Personel tersebut disiagakan di berbagai titik strategis.

Operasi ini juga didukung 2.746 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu.

Selain itu, pengamanan difokuskan pada 185.607 titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Di antaranya masjid, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal, dan bandara.

Menanggapi potensi pergerakan masyarakat tersebut, Herman Deru menyebut pemerintah telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas. Beberapa di antaranya sistem one way, contra flow, dan ganjil genap.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak dan LPG dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Mari kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Selamat bertugas kepada seluruh personel,” ujarnya.

Rekomendasi Berita