Sinergi Polda Sumsel-Pertamina Pastikan Keamanan dan Jalur Energi

  • 13 Mar 2026 07:48 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Menjelang bulan Ramadan dan arus mudik Idul Fitri 1447 H, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat sinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Sinergi ini bertujuan memastikan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan pengamanan objek vital energi di wilayah Sumsel. Hal ini sangat penting mengingat lonjakan mobilitas masyarakat pada saat mudik Lebaran yang dapat mempengaruhi distribusi energi.

Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Delegasi Mapolda Sumsel, Kamis, 12 Maret 2026 dipimpin oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho. Ia didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumsel, antara lain Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana dan Dir Intelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo. Sementara dari Pertamina, hadir Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, bersama jajaran manajemen regional. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya untuk mengantisipasi gangguan distribusi energi, terutama menjelang peningkatan aktivitas masyarakat di saat arus mudik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang perlu dihadapi adalah antrean panjang di sejumlah SPBU, terutama di jalur-jalur lintas utama menuju kabupaten-kabupaten seperti Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Banyuasin. Fenomena ini berpotensi menyebabkan kemacetan dan keresahan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, Polda Sumsel mendorong perlunya pengawasan ketat terhadap rantai distribusi BBM di wilayah tersebut.

"Kapolda juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi praktik penimbunan BBM, pengisian berulang menggunakan kendaraan modifikasi, hingga penyalahgunaan distribusi oleh oknum tertentu. Dalam rangka itu, Polda Sumsel berencana melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik rawan distribusi BBM, termasuk jalur tol fungsional, jalur arteri utama, dan rest area. Langkah ini sangat vital untuk memastikan pasokan BBM tetap stabil selama puncak arus mudik dan tidak ada kelangkaan yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan pemudik,"ujar Kapolda.

Tidak hanya fokus pada distribusi BBM, Kapolda juga menyoroti pengelolaan sumur minyak rakyat yang ada di beberapa wilayah Sumsel. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut harus mengikuti standar keselamatan kerja yang ketat dan menjaga kelestarian lingkungan hidup, sekaligus memastikan kepastian legalitas agar tidak menimbulkan masalah hukum di masa depan.

"Sementara itu, EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, menjelaskan, wilayah operasional Sumbagsel mencakup lima provinsi, yakni Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung. Cakupan wilayah yang luas ini membuat koordinasi dengan Polda Sumsel menjadi sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi di kawasan tersebut. Pertamina pun berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan Polda Sumsel dalam rangka memetakan wilayah rawan distribusi energi," kata Erwin.

Kapolda Sumsel, dalam kesempatan tersebut, menegaskan bahwa distribusi energi bukan hanya soal pasokan bahan bakar, melainkan juga berhubungan langsung dengan stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. “Polda Sumsel siap hadir di setiap titik yang memerlukan pengamanan, mulai dari depot hingga SPBU,” tegasnya. Polda Sumsel, menurutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan Pertamina untuk memastikan agar distribusi BBM dan LPG berjalan lancar, terutama menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran.

Dalam penutupan pertemuan, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya nyata dalam menjaga kelancaran distribusi energi. “Keamanan energi adalah bagian dari keamanan masyarakat. Polda Sumsel dan Pertamina akan terus berkoordinasi agar distribusi BBM dan LPG berjalan dengan lancar, khususnya saat Ramadan dan mudik Lebaran,” ujarnya.

Kedua institusi sepakat untuk segera mematangkan pemetaan titik rawan distribusi energi dan mekanisme dukungan pengamanan selama Operasi Ketupat Musi 2026, guna memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan mudik Lebaran dengan aman dan lancar.

Rekomendasi Berita