Jalur Mudik Jalinteng Baturaja Dibersihkan dari Lubang
- 10 Feb 2026 09:45 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKU - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperketat pengawasan kondisi jalan di Jalur Lintas Tengah Sumatera (Jalinteng), khususnya ruas Baturaja–Simpang Sugih Waras dan Baturaja–Martapura. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur strategis penghubung Sumatera Selatan–Lampung tetap aman dan fungsional menjelang arus mudik Lebaran.
Pengawas PPK 2.2 PJN Wilayah II Sumatera Selatan, Andharta, mengatakan penyisiran lubang jalan dilakukan secara intensif karena tingginya potensi kerusakan di tengah musim hujan.
“Setiap hari kami menemukan dua sampai tiga lubang baru. Retakan kecil bisa cepat berkembang menjadi lubang besar jika tidak segera ditangani,” ujar Andharta kepada RRI.
Menurutnya, langkah “sapu lubang” menjadi strategi antisipatif agar kerusakan tidak meluas. Seluruh lubang yang ditemukan langsung ditutup meski bersifat sementara.
“Kami lakukan penanganan cepat agar jalan tetap aman dilalui, terutama oleh kendaraan jarak jauh,” tegasnya.
/9ttrkoos5hwjagm.jpeg)
Baca juga: PPK 2.2 Sumsel Siagakan Posko di Jalur Nataru
Kegiatan tersebut ditargetkan berlangsung hingga akhir Februari 2026, seiring dengan perkiraan berakhirnya musim hujan. Setelah itu, PUPR akan masuk ke tahap perbaikan permanen.
“Target kami, saat masa angkutan mudik dimulai, sudah tidak ada lagi lubang yang tersisa,” katanya.
Dari hasil pemetaan di lapangan, kerusakan jalan paling banyak ditemukan di titik-titik yang belum memiliki sistem drainase memadai. Genangan air saat hujan menjadi faktor utama percepatan kerusakan badan jalan.
“Kalau drainase berfungsi baik, jalan juga lebih awet. Kalau tidak, masalah akan terus berulang,” jelas Andharta.

Baca juga: Jalan Sukajadi Baturaja Berangsur Diperbaiki, Drainase Jadi Prioritas
Saat ini, pekerjaan rekonstruksi jalan masih berjalan di ruas Baturaja–Martapura. Sebagian konstruksi telah dibuka dan akan dilanjutkan dengan tahap penutupan serta overlay.
“Kami targetkan dua minggu sebelum Idulfitri pekerjaan rampung dan jalan bisa digunakan secara fungsional oleh pemudik,” ucapnya.
Andharta mengakui, ruas Jalinteng Baturaja–Martapura dan Baturaja–Sugih Waras menjadi prioritas karena usia jalan yang sudah puluhan tahun tanpa penanganan permanen.
“Mulai 2025, perbaikan permanen dilakukan bertahap hingga 2027 melalui skema SBSN. Untuk ruas Baturaja–Sugih Waras, perbaikan mencakup 18 kilometer dari total 53,7 kilometer,” pungkasnya.