Jembatan Lawai Ambruk, Pemprov Sumsel Siagakan Penanganan Darurat

  • 30 Jun 2025 16:04 WIB
  •  Palembang

KBRN, Muara Enim: Jembatan Lawai yang menghubungkan Muara Enim dan Lahat ambruk pada Minggu (29/6/2025) malam sekitar pukul 23.10 WIB. Insiden ini diduga kuat akibat beban berlebih dari tiga dump truck bermuatan batubara yang melintas secara beriringan.

Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumatera Selatan, M. Affandi, jembatan mengalami patah pada bentang tengah setelah dilintasi kendaraan-kendaraan berat tersebut. "Dari laporan yang kami terima, ada tiga unit truk batubara melintas secara beriringan. Beban muatan masing-masing diperkirakan mencapai lebih dari 30 ton. Posisi mereka berada di titik rentang jembatan yang sama sehingga menimbulkan tekanan berlebih pada struktur jembatan," jelas Affandi pada Senin (30/6/2025).

Menyikapi kejadian ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera bergerak cepat. "Atas arahan Gubernur, kami siagakan Jembatan Bailey untuk membantu penanganan darurat di sana," imbuh Affandi. Namun, pemasangan Jembatan Bailey masih dalam tahap evaluasi oleh tim Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Selatan. Hal ini dikarenakan panjang bentang jembatan yang roboh mencapai 50 meter, sementara Jembatan Bailey yang tersedia memiliki panjang maksimum 30 meter.

"Oleh sebab itu, tim dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) sudah turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi. Apakah jembatan bailey bisa difungsikan di lokasi itu masih diteliti. Jika memungkinkan, kita segera mobilisasi dan pasang," papar Affandi.

Meski jembatan utama roboh, akses lalu lintas di lokasi tersebut tidak sepenuhnya terputus. "Yang penting masyarakat tahu bahwa tidak terjadi putus total jalur. Jembatan duplikat masih dapat digunakan untuk menjaga kelancaran mobilitas," tegas Affandi.

Jembatan duplikat Lawai, yang baru saja selesai diperbaiki lantainya, dapat difungsikan untuk kendaraan ringan hingga menengah.

Affandi juga menyoroti usia jembatan yang sudah tua dan kemungkinan mengalami kelelahan material atau fatigue akibat sering dilalui kendaraan berat melebihi kapasitas desain awalnya.

"Secara teknis, kondisi jembatan baja tua yang mengalami beban berlebih secara terus menerus sangat rentan mengalami kelelahan struktur," pungkasnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama BBPJN Sumsel tengah berkoordinasi untuk menyampaikan hasil evaluasi teknis dan opsi penanganan lebih lanjut, termasuk potensi penambahan bentang atau struktur penyangga sementara.

Rekomendasi Berita