Setahun Toha-Rohman, Utang Lunas Kemiskinan Turun
- 22 Feb 2026 23:13 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Setahun kepemimpinan Bupati Musi Banyuasin (Muba), Toha Tohet, dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen, mencatat sejumlah capaian strategis. Pemerintah Kabupaten Muba berhasil melunasi utang daerah sekitar Rp350 miliar serta menurunkan angka kemiskinan dari 12,88 persen menjadi 9,97 persen pada 2025.
Keduanya dilantik langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Negara. Dalam satu tahun pertama, Pemkab Muba memfokuskan langkah pada pembenahan fondasi fiskal dan percepatan program prioritas.
“Alhamdulillah, satu tahun ini kami fokus membenahi fondasi. Stabilitas fiskal kami jaga, pelayanan publik kami perkuat, dan program pengentasan kemiskinan kami percepat. Target kami jelas, Muba harus maju lebih cepat dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegas Bupati Muba Haji TohaToha, Jumat, 20 Februari 2026.
Pada masa awal kepemimpinannya, Pemkab Muba melunasi utang daerah sekitar Rp350 miliar. “Pelunasan utang bukan sekadar angka, tetapi strategi menjaga ruang fiskal agar pembangunan ke depan lebih leluasa dan berkelanjutan," bebernya.
Ia menjelaskan pelunasan dilakukan melalui pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. “Dengan kondisi fiskal yang lebih sehat, kapasitas pembiayaan program prioritas menjadi lebih kuat. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, apalagi di tengah penurunan transfer pusat,” ujarnya.
Di sektor birokrasi, sepanjang 2025 sebanyak 151 CPNS dan 2.838 PPPK dilantik, disusul PPPK formasi 2024 periode kedua sebanyak 2.563 orang. Penataan tenaga honorer juga diarahkan melalui skema PPPK paruh waktu. “Pelayanan publik yang baik dimulai dari ASN yang profesional. Karena itu penguatan birokrasi menjadi prioritas,” urainya.
Pemkab Muba juga mempercepat inovasi pelayanan publik melalui program PADUKA ANTAT MUBA oleh Disdukcapil yang menghadirkan layanan antar dokumen kependudukan gratis ke rumah warga. Mall Pelayanan Publik (MPP) turut dioperasikan sebagai pusat layanan terpadu satu pintu. “Ini bentuk komitmen kami memangkas birokrasi berbelit dan mendekatkan layanan ke masyarakat,” tambahnya.
Di bidang kesehatan, program BASANAK digulirkan untuk menekan stunting. Sementara sektor pendidikan diperkuat melalui beasiswa bagi keluarga kurang mampu hingga jenjang sarjana, termasuk Beasiswa Tahfidz, serta insentif bagi guru mengaji, guru PAUD, ustadz dan ustadzah. Program seragam sekolah gratis juga diluncurkan pada 24 Desember 2025.
Kepala Bappeda Muba, Mursalin, menyebut penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui bantuan modal UMKM, pembentukan wirausaha muda, pelatihan tenaga kerja, hingga dukungan sektor pertanian dan perikanan.
Salah satu program unggulan adalah Program Keluarga Maju (PKM) yang diluncurkan 18 Desember 2025. Bantuan tahap awal disalurkan langsung ke rekening kepala keluarga melalui Bank Sumsel Babel sebagai modal usaha produktif. “PKM dirancang sebagai intervensi berbasis keluarga produktif. Jadi bukan sekadar bantuan konsumtif, tapi mendorong kemandirian ekonomi,” jelas Mursalin.
Memasuki 2026, Pemkab Muba tetap memprioritaskan penguatan PKM, digitalisasi UMKM, pelatihan vokasi, serta pembangunan infrastruktur sentra produksi.
“Satu tahun ini adalah fondasi. Tantangan ke depan lebih kompleks, tetapi dengan kolaborasi eksekutif, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat, Pemkab Muba optimistis Muba semakin berdaya saing,” pungkasnya.