Gunung Marapi Kembali Erupsi, Abu Terpantau Mengarah ke Tanah Datar
- 03 Mar 2026 11:33 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam kembali mengalami erupsi pada Selasa 3 Maret 2026 dini hari. Berdasarkan rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 02.19 WIB dan terekam seismograf dengan amplitudo 30,2 milimeter serta durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Koordinator Observasi Data dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, menyampaikan sebaran abu vulkanik dari erupsi mengarah ke wilayah Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan analisis pola dan arah angin yang bergerak dari utara dan barat laut.
Sehingga kolom erupsi yang mencapai ketinggian 2 hingga 3 kilometer dari puncak membawa abu ke Tanah Datar dan wilayah sekitarnya. " Dengan dua pola angin tersebut, membawa abu vulkanik gunung Marapi dengan ketinggihan erupsi yang mencapai 3 kilometer sampai ke wilayah Tanah Datar dan sekitarnya," ucap Yudha
Meski demikian, Yudha memastikan sebaran abu tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional Bandar Udara Internasional Minangkabau. Aktivitas penerbangan tetap aman karena arah abu tidak bergerak menuju kawasan bandara.
"Namun arah angin yang berasal dari Barat Laut dan juga dari arah Barat yang menjauhi Bandara Internasional Minangkabau , kami akan terus pantau perkembangannya. Saat ini masih mendukung kondisi pergerakan transportasi udara," ujar Yudha.
Untuk prakiraan cuaca, Yudha menyebut kondisi di sekitar puncak Marapi diperkirakan cerah hingga cerah berawan dalam tiga hari ke depan. Cuaca pada pagi hingga siang cenderung stabil, sementara pada sore hingga malam terdapat potensi hujan intensitas ringan hingga sedang disertai petir. Ia juga menegaskan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem maupun hujan berdurasi panjang masih rendah. Dengan demikian, potensi banjir lahar dingin di area sekitar Marapi juga dinilai minim.
Yudha mengimbau masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk tetap menjaga kesehatan, terutama saluran pernapasan. Penggunaan masker penutup hidung dan mulut sangat dianjurkan saat terjadi hujan abu guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.