BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Nunukan Datang Lebih Awal dan Kering
- 11 Mar 2026 12:18 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Kabupaten Nunukan akan datang lebih awal dan bersifat lebih kering. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan dini bagi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia tersebut.
Prakiraan musim kemarau ini merujuk pada data klimatologi pusat mengenai pergeseran pola cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer yang mempengaruhi intensitas curah hujan di Kalimantan Utara. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Kelas II Nunukan, William Sinaga. Rabu (11/03/2026).
"Prakiraan musim kemarau tahun 2026 ini bisa kami sampaikan, untuk Kabupaten Nunukan ini kan terbagi atas 4 zona musim. Nah, Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik itu adalah wilayah yang punya musim kemarau dan musim hujan," katanya.
Pembagian zona musim ini menjadi acuan penting dalam memetakan potensi kekeringan di setiap kecamatan di Nunukan. BMKG terus memantau pergerakan angin dan suhu permukaan laut untuk memperbarui data prakiraan cuaca harian.
Masyarakat diminta mulai menghemat penggunaan air bersih terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir pulau. Langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan juga perlu ditingkatkan oleh instansi terkait serta pihak keamanan.
"Sedangkan untuk wilayah tiga itu mengalami tipe satu musim sepanjang tahun, jadi wilayah tiga itu cenderung hujan sepanjang tahun," ujarnya.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air bersih dan ketahanan pangan lokal. Sosialisasi mengenai perubahan pola tanam bagi petani juga menjadi prioritas selama periode kering berlangsung nanti.