BPS Rinci 5 Strategi Dongkrak IPM Nunukan
- 10 Mar 2026 05:51 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - BPS paparkan strategi konkret tingkatkan kualitas SDM Nunukan. Langkah ini untuk menyelaraskan pertumbuhan penduduk dan IPM daerah.
Jumlah penduduk besar harus diimbangi peningkatan kualitas manusia. IPM menjadi indikator utama daya saing daerah. Hal ini disampaikan Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien. Selasa (10/03/2026).
"Pertama, perlu memperluas akses SMA, SMK, dan pendidikan tinggi, khususnya di kecamatan-kecamatan terpencil. Program kejar paket dan pendidikan kesetaraan juga harus diperkuat." katanya.
Wilayah terpencil masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan menengah. Kesenjangan ini mempengaruhi rata-rata lama sekolah masyarakat.
"Kedua, berikan insentif bagi guru yang bertugas di wilayah perbatasan. Integrasikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan sektor-sektor unggulan daerah agar lulusan lebih siap kerja." ujarnya.
Bonus demografi dinilai peluang strategis bagi pembangunan daerah. Namun perlu dukungan pelatihan kerja dan penguatan UMKM lokal.
"Ketiga, optimalkan bonus demografi dengan mendorong pengembangan UMKM dan pelatihan kerja berbasis kompetensi lokal." katanya.
Dimensi standar hidup layak juga menentukan capaian IPM. Konektivitas dan layanan kesehatan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
"Keempat, perkuat standar hidup layak melalui peningkatan konektivitas dan logistik, penurunan angka stunting, serta penguatan layanan kesehatan primer di daerah-daerah kecil." ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kebijakan berbasis data yang akurat. Program daerah harus dirancang sesuai kondisi riil masyarakat.
"Terakhir, manfaatkan data BPS secara optimal sebagai dasar intervensi kebijakan agar program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak nyata." katanya.