BMKG Sebut Puncak Gerhana 3 Maret 2026 Pukul 19.33 WITA
- 25 Feb 2026 05:54 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat diamati di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Berdasarkan data astronomi BMKG, puncak gerhana diperkirakan berlangsung pada pukul 19.33 WITA untuk wilayah Indonesia bagian tengah.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, menjelaskan bahwa rangkaian fase gerhana dimulai sejak pukul 19.10 WITA atau 18.10 WIB. Pada fase awal ini, bayangan bumi mulai menutupi permukaan bulan secara bertahap hingga akhirnya mencapai fase totalitas.
“Awal gerhana terjadi pada jam 19.10 WITA atau 18.10 WIB, dan puncaknya itu terjadi pada jam 19.33 WITA,” ujarnya.
Ia menambahkan, Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi bumi berada tepat di antara matahari dan bulan dalam satu garis lurus. Kondisi tersebut menyebabkan cahaya matahari yang seharusnya menyinari bulan terhalang sepenuhnya oleh bayangan bumi. Akibatnya, bulan akan tampak meredup dan berubah warna menjadi kemerahan saat fase totalitas berlangsung. Fenomena ini kerap disebut sebagai “blood moon” atau bulan merah.
Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman untuk diamati secara langsung tanpa menggunakan alat bantu khusus seperti kacamata pelindung. Masyarakat cukup mencari lokasi terbuka dengan pandangan langit yang tidak terhalang bangunan maupun pepohonan tinggi. Namun demikian, keberhasilan pengamatan tetap sangat bergantung pada kondisi cuaca di masing-masing wilayah.
Untuk wilayah Indonesia bagian tengah, termasuk Nunukan, proses gerhana dipastikan dapat diamati sejak fase awal hingga mencapai puncak, dengan catatan langit dalam kondisi cerah dan tidak tertutup awan tebal.
“Di Nunukan bisa diamati proses ataupun perjalanan gerhana bulannya,” tambah Rasmid.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini agar terlebih dahulu memantau prakiraan cuaca harian yang dirilis melalui kanal resmi BMKG, baik melalui laman web, media sosial, maupun aplikasi informasi cuaca. Dengan demikian, masyarakat dapat menentukan waktu dan lokasi pengamatan yang tepat.
Fenomena Gerhana Bulan Total ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang dinantikan pada tahun 2026. Selain memiliki nilai ilmiah, peristiwa ini juga sering dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi pelajar dan masyarakat untuk memahami lebih jauh tentang dinamika tata surya dan pergerakan benda-benda langit.