Swakelola Bangun Rasa Memiliki Para Kepala Sekolah

  • 09 Sep 2025 07:54 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Pola swakelola revitalisasi sekolah dinilai mampu menumbuhkan rasa memiliki di kalangan kepala sekolah. Keterlibatan penuh pihak sekolah di setiap tahap pembangunan diyakini memperkuat kebanggaan dan tanggung jawab bersama.

Direktur Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa swakelola tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga membangun keterikatan emosional terhadap sarana pendidikan. Ia menyebut rasa memiliki menjadi faktor penting yang muncul ketika sekolah dilibatkan secara langsung dalam perencanaan hingga pemanfaatan hasil pembangunan.

“Yang kedua ownership ya rasa memiliki kepala sekolah. Saya yakin seyakin-yakinnya akan lebih bangga nanti pada suatu saat selesai ini direhab orang akan mengingat karena apa? Karena semua dilibatkan. semua merasa ini milik mereka, dibangun oleh mereka dan dimanfaatkan oleh mereka. Sehingga itu akan menjadi kenangan ya, menjadi inilah hasil dari yang sudah mereka lakukan selama ini.” ucap Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Selasa (09/09/2025).

Menurutnya, rasa bangga tersebut akan lebih kuat jika sejak awal sekolah menjadi pihak yang mendesain, membangun, dan mengawasi proses revitalisasi. Keterlibatan penuh ini membuat hasil pembangunan lebih sesuai kebutuhan dan nyaman digunakan.

“Tapi kalau kita didapatkan dari awal bahkan mereka yang mendesain, yang membangun, yang mengawasi sampai tuntas, semua yang dibutuhkan ada di sana. saya yakin akan lebih bahasanya lebih nyamanlah untuk digunakan keberadaan di sarana prasarana yang sudah dibangun oleh mereka sendiri.” ucap Gogot Suharwoto.

Pemerintah berharap pola swakelola dapat memperluas rasa kepemilikan ini ke seluruh pihak sekolah di Indonesia. Dengan begitu, hasil revitalisasi tidak hanya bermanfaat secara fisik, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam memajukan pendidikan.

Rekomendasi Berita