Pemerintah Pertimbangkan Kemampuan Fiskal dalam Perekrutan ASN 2026

  • 17 Mar 2026 23:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Pemerintah belum membuka seleksi calon ASN (CASN) 2025
  • 2. Sebanyak 4.000 Puskesmas di Indonesia kekurangan tenaga medis
  • 3. Pemerintah masih menghitung kebutuhan pegawai
  • 4. Pemerintah

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mempertimbangkan kemampuan fiskal negara dalam perekrutan aparatur sipil negara (ASN) tahun ini. Pemerintah belum membuka seleksi calon ASN (CASN) untuk tahun 2026.

Pemerintah akan memprioritaskan kebutuhan kepegawaian seperti guru dan tenaga kesehatan. Ia mencontohkan, dari 10.000 kurang lebih puskesmas, kekurangan 4.000 unit di antaranya kekurangan tenaga medis seperti dokter termasuk dokter gigi.

“Belum, bahwa mungkin ada prioritas-prioritas terlebih dahulu yang harus kita penuhi. Karena bagaimanapun juga kita harus mempertimbangkan juga kondisi kemampuan kita secara fiskal,”kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan pers usai rapat di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.

""Mendikdasmen, Prof Mu'ti, kita minta mendesain ulang, meng-exercise ulang berapa kebutuhan tenaga pendidik. Komposisinya, distribusinya, kemudian bidang atau mata pelajaran yang harus kita, kita apa, hasilkan,"ujarnya.

Pemerintah masih merumuskan dan memfinalkan terkait perekrutan CASN bahkan kementerian telah menyampaikan kebutuhan pegawai. Pemerintah belum dapat menyampaikan kebutuhan pegawai dalam CASN 2026.

“Secara umum hampir tadi semua menteri yang hadir sudah menyampaikan kebutuhannya. Kami belum bisa menyampaikan angka secara detail karena tadi diskusinya kemudian berkembang ya,”ujarnya menjelaskan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah berkirim surat ke kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Pemerintah pusat meminta agar masing-masing institusi melakukan pemetaan pegawai.

“Sebenarnya secara terpisah kita di pusat juga melakukan pemetaan terhadap seluruh ASN yang sudah existing gitu. Jadi ini sedang dicari titik temunya nanti kalau bicaranya masalah jumlah,”katanya menegaskan.

Rekomendasi Berita