Presiden Prabowo Tetap Jaga Batas Defisit Anggaran Tiga Persen
- 17 Mar 2026 13:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tetap menjaga batas defisit anggaran sebesar tiga persen dari produk domestik bruto
- Presiden Prabowo menyatakan batas defisit tidak akan diubah kecuali terjadi kondisi darurat besar
- Indonesia telah menerapkan batas defisit maksimal tiga persen sejak awal tahun 2000 pascakrisis keuangan Asia
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tetap menjaga batas defisit anggaran sebesar tiga persen dari produk domestik bruto. Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal nasional secara berkelanjutan.
Presiden menyatakan batas defisit tidak akan diubah kecuali terjadi kondisi darurat besar. Situasi luar biasa seperti pandemi COVID-19 menjadi pengecualian dalam kebijakan tersebut.
“Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19,” kata Presiden dalam wawancara eksklusif berjudul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis”, dikutip dari Bakom RI, Selasa, 17 Maret 2026.
Indonesia telah menerapkan batas defisit maksimal tiga persen sejak awal tahun 2000 pascakrisis keuangan Asia. Kebijakan tersebut menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan investor dalam menilai stabilitas ekonomi nasional.
Presiden menilai Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan sejumlah negara lain dari sisi sumber daya alam. Komoditas seperti kelapa sawit dan batu bara dinilai masih mampu menopang ketahanan ekonomi nasional.
Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah terus mengembangkan energi alternatif untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Pengembangan tersebut mencakup panas bumi, tenaga surya, tenaga air, hingga biofuel sebagai sumber energi masa depan.
“Kalau kita bisa melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan sangat, sangat tidak bergantung pada sumber dari luar," ucap Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan komitmen disiplin fiskal tetap dijaga meski banyak negara mulai melonggarkan batas defisit. Ia menyebut Indonesia sempat mengacu pada standar Uni Eropa terkait batas defisit anggaran.
Kepala Negara juga menolak pendekatan ekonomi yang mengandalkan penambahan utang secara berlebihan. Menurut Presiden, prinsip dasar pengelolaan keuangan adalah menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan yang dimiliki.
“Jangan membelanjakan lebih dari yang kita hasilkan. Itu adalah prinsip dasar kehidupan untuk bisa bertahan," ujar Presidenl