Percepatan Perumahan Nasional, KAI Bangun 5.484 Rusun Terintegrasi Stasiun

  • 17 Mar 2026 11:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia memulai pembangunan rumah susun berbasis Transit Oriented Development (TOD) di empat kota besar Indonesia. Proyek ini menjadi bagian dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah pemerintah.

Empat kota yang menjadi lokasi pembangunan meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Total terdapat 5.484 unit rusun yang dirancang terintegrasi dengan kawasan stasiun kereta api.

Sebanyak 2.200 unit akan dibangun di kawasan Stasiun Manggarai sebagai proyek tahap awal pembangunan. Sementara lokasi lain berada di sekitar Stasiun Kiaracondong, kawasan RSUP Kariadi Semarang, serta Stasiun Gubeng.

Peletakan batu pertama pembangunan rusun di Stasiun Manggarai dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026. Pembangunan hunian tersebut ditargetkan selesai dan mulai digunakan pada awal tahun 2027.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan proyek TOD juga akan dikembangkan di beberapa kota lainnya. Pencanangan tersebut dilakukan bersamaan dengan dimulainya pembangunan rusun di Manggarai.

"Pada acara ini, kita akan pencanangan juga untuk 3 lokasi lainnya, yaitu di Bandung di Stasiun Kiaracondong. Itu nantinya akan menempati lahan 7.600 meter persegi dengan total hunian 753 unit hunian terdiri dari 2 tower," ujar Bobby di Stasiun Manggarai, Senin, 16 Maret 2026.

"Di Semarang (sekitar RSUP) Dr Kariadi 1,2 hektare akan dibangun 1.042 unit hunian 2 tower 42 lantai. Di Surabaya lokasi Stasiun Gubeng 1.489 unit hunian, 2 tower 52 lantai, menempati 1,2 hektare lahan," kata Bobby.

Ia menjelaskan pembangunan rusun tersebut menjadi bagian dari program pemerintah menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hunian ini juga dirancang terintegrasi dengan sistem transportasi publik perkotaan.

Menurut Bobby, KAI memiliki aset lahan cukup luas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Total lahan milik perusahaan mencapai sekitar 320 juta meter persegi yang berpotensi dikembangkan.

Sebagian lahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai kawasan TOD yang terhubung dengan transportasi publik. Model pembangunan ini dinilai mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menyediakan hunian terjangkau.

Di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi saja, lahan milik KAI berpotensi menampung sekitar 131 ribu unit rusun TOD. Kedekatan hunian dengan transportasi publik juga membantu masyarakat menghemat waktu perjalanan sehari-hari.

"Tentunya melalui pengembangan kawasan berbasiskan stasiun ini, KAI ingin menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi. Hunian yang dekat dengan transportasi publik, pemanfaatan lahan yang efisien, serta mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat perkotaan," ucapnya.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tanah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan milik rakyat Indonesia. Sehingga peruntukkannya harus dimanfaatkan bagi kepentingan rakyat.

“Pak Prabowo sudah katakan beberapa kali bahwa tanah milik BUMN adalah tanah milik rakyat Indonesia. Sehingga tanah itu tidak boleh dijual dengan harga pasar, itu haram, khusus untuk subsidi rakyat, untuk perumahan,” ujar Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Hashim mengungkapkan Presiden Prabowo selalu mendorong percepatan pembangunan perumahan nasional melalui pemanfaatan lahan milik BUMN. Kebijakan tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Rekomendasi Berita