Bapanas Pastikan Gerakan Pangan Murah Digelar sampai Akhir 2026

  • 17 Mar 2026 00:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program stabilisasi harga pangan tidak hanya terbatas hingga menjelang Idul Fitri 2026. Menurut Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rahmi Widiriani, mengatakan program intervensi pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras akan terus dilakukan sampai akhir 2026.

"GPM saat ini akan berlangsung hingga sehari sebelum Lebaran. Kemudian jeda dulu 2-3 hari Idul Fitri dan setelah itu berlanjut kembali hingga akhir 2026," katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Senin (16/3/2026).

Pemerintah, kata dia, akan masif menggelar GPM yang menyediakan beras, minyak goreng, gula, telur dan kebutuhan masyarakat lainnya dengan harga terjangkau. "Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar dan mendekatkan masyarakat dengan akses terhadap kebutuhan mereka," ujarya.

Intervensi pangan, seperti GPM, ujar Rahmi, terbukti efektif dalam menstabilkan harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi. Barometernya, katanya, dapat dilihat bagaimana pergerakan harga, seperti melalui SP2KP atau Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok," lanjutnya.

Sebelumnya dilaporkan, hingga Maret ini, Badan Pangan Nasional mencatat program GPM telah dilaksanakan sebanyak 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota. Sedangkan untuk realisasi SPHP beras, telah mencapai 19,5 ribu ton hingga 13 Maret 2026.

Masyarakat dapat membeli maksimal lima kemasan ukuran 5 kilogram atau maksimal dua kemasan untuk varian 2 kilogram. Bapanas juga mencatat bantuan pangan beras dan minyak goreng juga telah mulai didistribusikan ke 232.076 penerima per 14 Maret 2026, beras yang disalurkan sebesar 4,64 juta kilogram dan minyak goreng sebanyak 928,3 ribu liter.

Rekomendasi Berita