Pemerhati: WFH Penentu Konsumsi Energi Transportasi

  • 16 Mar 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat Ekonomi Energi Yayan Satyakti mengatakan, kebijakan work from home (WFH) terkait penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional pemerintah. Menurutya, mobilitas masyarakat dinilai menentukan besarnya konsumsi energi transportasi.

“Mobilitas masyarakat menentukan besar kecilnya konsumsi energi transportasi, terutama di kota besar. Kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya menjadi fokus penghematan BBM,” kata Yayan dalam dialog Pro3 RRI, Minggu, 15 Maret 2026.

Yayan menilai penerapan WFH berpotensi menekan konsumsi BBM secara signifikan. Perjalanan harian pekerja yang berkurang otomatis menurunkan penggunaan bahan bakar.

“Jika komuter berkurang, penggunaan bahan bakar transportasi otomatis menurun. Hal ini terutama terjadi di jalur padat perkotaan," ujarnya.

Menurutnya, pengurangan mobilitas harus dipertimbangkan hati-hati. Aktivitas ekonomi masyarakat juga akan terdampak bila mobilitas ditekan terlalu besar.

“Ketika mobilitas ditekan terlalu besar, aktivitas ekonomi ikut melambat. Pergerakan masyarakat Indonesia sangat bergantung pada mobilitas harian," katanya.

Yayan menyarankan langkah penghematan BBM dimulai dari sektor pemerintah. Aparatur negara didorong menggunakan transportasi publik secara bertahap.

Langkah ini dinilai mampu memberi contoh perilaku hemat energi. Warga perkotaan dapat menyesuaikan pola konsumsi energi mereka lebih efisien.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kapasitas cadangan energi nasional. Standar penyimpanan energi hingga sembilan puluh hari akan menambah ketahanan energi Indonesia.

Menurutnya, kapasitas cadangan ini mengurangi ketergantungan impor energi nasional. Gejolak harga energi dunia tidak akan langsung memengaruhi pasokan domestik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri mengkaji langkah efisiensi BBM. Salah satunya adalah penerapan WFH dan pengurangan hari kerja.

Presiden menyebut situasi di Eropa dan Timur Tengah dapat memengaruhi harga energi global. Dampaknya juga berpotensi pada harga pangan domestik.

Rekomendasi Berita