Kemen ESDM Siapkan Diversifikasi Impor Jaga Pasokan LPG Nasional

  • 14 Mar 2026 23:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan Stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman untuk kebutuhan Lebaran Idulfitri 1447. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pasokan LPG nasional tetap terjaga meskipun rantai distribusi global tengah mengalami dinamika.

Ia pun telah melakukan langkah antisipasi dengan memperkuat pasokan dan memperluas sumber impor dari berbagai negara. Bahlil menyebut, sebagian besar impor LPG Indonesia saat ini masih berasal dari Amerika Serikat.

Menurutnya, sekitar 70–72 persen impor LPG nasional dipasok dari negara tersebut, sekitar 20 persen dari kawasan Timur Tengah. Sementara sisanya berasal dari sejumlah negara lainnya.

Untuk mengantisipasi potensi ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah, pemerintah menyiapkan strategi diversifikasi sumber impor. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka peluang tambahan pasokan dari Amerika Serikat serta negara lain, termasuk Australia.

“Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia untuk LPG,” kata Bahlil, Jakarta, Sabtu 14 Maret 2026.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa pasokan solar nasional relatif lebih stabil karena seluruh produksinya berasal dari dalam negeri. Kondisi tersebut diperkuat dengan mulai beroperasinya proyek pengembangan kilang minyak nasional.

Sejak Januari 2026, proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan (RDMP) telah mulai beroperasi dan meningkatkan kapasitas produksi kilang nasional. Proyek ini diperkirakan mampu mengurangi impor bensin hingga sekitar 5,5 juta ton per tahun serta menekan impor solar sekitar 3,5 juta ton per tahun.

Ke depan, pemerintah juga terus mendorong pembangunan kilang minyak baru. Guna meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

“Kalau lifting kita tidak mencapai 1,6 juta barel minyak per hari, selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan lifting itulah yang kita impor. Jadi ke depan itu tinggal impor crude saja,” ujar Bahlil.

Rekomendasi Berita