Mendikdasmen Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus

  • 14 Mar 2026 22:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berkomitmen memperkuat pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Ia menyebut pemerintah akan memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan bermutu tanpa membedakan kondisi ekonomi, fisik, maupun intelektual.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang menjamin hak pendidikan setiap anak. Karena itu, kementeriannya mendorong sekolah formal memberikan kesempatan belajar bagi siswa berkebutuhan khusus, bersama siswa lainnya.

“Kami berkomitmen untuk yang pertama lebih memperkuat pendidikan inklusi, yaitu pendidikan formal. Di dalamnya memberikan kesempatan kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk dapat belajar bersama-sama dengan anak-anak Indonesia yang lainnya,” ujar Menteri Mu’ti saat kegiatan Ramadan Ceria Bersama 1000 Difabel dan Dhuafa yang bertajuk’Merajut Inklusi Menebar Ceria’ yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Masjid Baitut Tholibin Kemendikdasmen, Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.

Selain memperkuat pendidikan inklusi, Mu’ti juga berencana menambah jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di sejumlah daerah. Penambahan fasilitas tersebut ditujukan untuk memperluas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di berbagai wilayah.

Insya Allah juga kita akan menambah beberapa unit sekolah luar biasa di beberapa provinsi di Indonesia. Kami belum hafal jumlahnya, tapi beberapa ada di Jawa Tengah, kemudian ada juga di beberapa daerah lain,” katanya.

Menurutnya, setiap anak Indonesia memiliki potensi berkembang jika memperoleh kesempatan pendidikan yang berkualitas dan merata. “Karena semua anak Indonesia apapun keadaannya, dimanapun mereka berada berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu,” ucapnya.

Abdul Mu’ti berharap penguatan pendidikan inklusi dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih terbuka bagi semua siswa. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pembangunan masyarakat yang lebih inklusif tanpa diskriminasi.

Baca juga:

Sementara itu, Bendahara MPKS Mochammad Yana Aditya mengatakan kegiatan berbuka bersama 1.000 difabel menjadi puncak Ramadan Ceria. Program tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan MPKS PP Muhammadiyah selama bulan Ramadan.

Ia juga menjelaskan program tersebut telah menjadi agenda tahunan sejak 2023 dan tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga. Yana juga menyampaikan jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 1.600 orang, terdiri dari penyandang disabilitas dan para pendamping.

“Sahabat-sahabat kita difabel yang sudah hadir kurang lebih berjumlah 1.600 orang yang terdaftar. Terdiri dari sekitar 890 adalah sahabat-sahabat difabel dan juga para pendampingnya berjumlah 600 orang,” katanya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut turut didukung lebih dari seratus relawan yang membantu jalannya acara. “Kita ada relawan sekitar 102 orang yang ikut mendampingi di depan sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti turut meresmikan peluncuran layanan baru dari MPKS bernama PijatMu. Selain itu, ia juga melepas secara simbolis program mudik ramah disabilitas yang telah dimulai sejak 13 Maret 2026.

Rekomendasi Berita