Kapan Libur Hari Raya Nyepi 2026? Cek Jadwalnya di Sini
- 14 Mar 2026 11:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat Indonesia khususnya yang beragama Hindu akan segera menyambut peringatan Hari Raya Nyepi 2026. Hari raya ini bertepatan dengan Tahun Baru Saka.
Peringatan Hari Raya Nyepi sangat sakral bagi umat Hindu. Karena itu, hari tersebut perlu dipersiapkan sejak sekarang. Selain itu, Hari Raya Nyepi juga merupakan hari libur nasional.
Pada hari tersebut, masyarakat non-Hindu dapat memanfaatkannya untuk berlibur dan lainnya. Jatuh pada tanggal berapa Hari Nyepi 2026? Cek jadwalnya di sini.
- Jadwal Hari Raya Nyepi 2026
Hari Raya Nyepi 2026 telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025. Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Sesuai ketentuan tersebut, Hari Raya Nyepi jatuh pada hari Kamis, 19 Maret 2026. Hari tersebut ditetapkan juga sebagai hari libur nasional.
Selain hari libur nasional, pemerintah juga memberikan jatah cuti bersama Hari Raya Nyepi pada Rabu, 18 Maret 2026.
- Tentang Hari Raya Nyepi 2026
Hari Raya Nyepi 2026 bertepatan dengan Tahun Baru Saka yang ke-1948. Tahun baru ini bukan sekadar pergantian tahun tetapi juga momen untuk membersihkan diri lahir dan batin.
Pembersihan tersebut dilakukan melalui Catur Brata Penyepian yang terdiri dari amati geni. Dan mati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan.
Mengutip Wonderful Indonesia, Hari Raya Nyepi biasanya jatuh pada bulan kedasa atau bulan ke-10. Tepatnya sehari setelah bulan baru ke-9, yang biasanya terjadi pada Maret atau April dalam kalender Masehi.
Bagi umat Hindu, hari pertama ini adalah hari bersih untuk memulai lembaran hidup baru di awal tahun Saka. Selama Hari Raya Nyepi, aktivitas seperti keluar masuk Bali akan ditutup.
- Rangkaian Adat Selama Hari Raya Nyepi
Ada beberapa rangkaian adat yang dilakukan warga Hindu selama Hari Raya Nyepi yang diawali dengan upacara Melasti. Upacara ini dilaksanakan pada sasih kesanga. Tujuannya untuk menyucikan pratima (simbol Dewa Bhatara).
Rangkaian berikutnya adalah pangrupukan atau dikenal juga sebagai Tawur Kesanga. Upacara ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan alam semesta dan diri manusia dari gangguan Bhuta Kala (sosok makhluk jahat).
Pada rangkaian ini dilakukan persembahan sesajen dan arak-arakan ogoh-ogoh yang merupakan simbol Bhuta Kala. Setelah rangkaian ini, barulah umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi.
Umat Hindu akan melakukan Catur Bratha Penyepian selama 24 jam. Pelaksanaannya dilakukan mulai pukul 06.00 WITA hingga pukul 06.00 WITA besok harinya.
Selama itu, umat Hindu tidak melakukan aktivitas bekerja, bepergian, mengakses hiburan, serta tidak menyalakan api atau lampu. Oleh karena itu, situasi daerah Bali sangatlah senyap.