Profil Aktivis HAM Andrie Yunus, Korban Penyiraman Air Keras

  • 14 Mar 2026 10:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Andrie Yunus menjadi sorotan publik usai mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta. Peristiwa tersebut menambah daftar panjang ancaman dan kekerasan terhadap pembela HAM di Indonesia.

Andrie dikenal sebagai Aktivis di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Kini, Andrie menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS.

Andrie sendiri merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera yang menyelesaikan studinya pada tahun 2020 melalui jalur Beasiswa Jentera. Sebelum bergabung dengan KontraS pada 2022, Andrie telah lebih dulu berkiprah sebagai advokat publik di LBH Jakarta pada periode 2019 hingga 2022.

Diketahui, Andrie Yunus aktif menyuarakan isu pelanggaran HAM, demokrasi, serta mendorong reformasi sektor keamanan demi memperkuat perlindungan hak warga. Selama bertahun-tahun, Andrie Yunus terlibat dalam berbagai advokasi masyarakat sipil, termasuk kritik terhadap kebijakan negara yang dinilai berpotensi melemahkan demokrasi.

Selain itu, Andrie juga dikenal vokal menyoroti isu militerisme serta transparansi dalam proses legislasi. Namanya mencuat ketika bersama koalisi masyarakat sipil memprotes pembahasan revisi Undang-Undang TNI tertutup di hotel Jakarta.

Dalam aksi tersebut, Andrie dan sejumlah aktivis mendesak agar proses pembahasan undang-undang dilakukan secara terbuka dan melibatkan partisipasi publik. Sejak aksi tersebut, Andrie mengaku kerap mengalami intimidasi dan teror dari telepon misterius hingga orang asing mendatangi kantor KontraS.

Serangan penyiraman air keras terhadap Andrie terjadi saat ia sedang dalam perjalanan pulang pada malam hari di Jakarta. Akibat kejadian tersebut, Aktivis HAM lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera tersebut, mengalami luka bakar yang serius di beberapa bagian tubuhnya.

Sebelum diserang, Andrie baru saja menjadi narasumber podcast Yayasan Lembaga Bantuan Hukum membahas isu remiliterisme dan judicial review. Serangan terjadi ketika dua orang bersepeda motor mendekati Andrie di Jalan Salemba I, Talang, Jakarta.

Rekomendasi Berita