Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 17-18 Maret

  • 14 Mar 2026 10:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan akan diprediksikan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026. Hal ini disampaikan langsung Kepala Terminal Kampung Rambutan Jakarta, Revi Zulkarnaen.

“Kalau kita lihat dari data pemesanan tiket, banyak pemesanan terjadi pada 17 dan 18 Maret. Biasanya puncak arus mudik terjadi pada H-3 atau H-4 Lebaran,” kata Revi Zulkarnaen saat diwawancara RRI.CO.ID, Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.

Revi menjelaskan pihaknya telah melaksanakan ramp check sejak awal Maret 2026 menjelang arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada angkutan penumpang memenuhi standar keselamatan dan kelengkapan administrasi sebelum beroperasi.

“Ramp check pra-angkutan Lebaran sudah kami lakukan sejak 1 Maret hingga 12 Maret 2026. Selanjutnya ramp check masa angkutan Lebaran berlangsung 13 Maret sampai 29 Maret 2026,” ucap Revi.

Menurut Revi, pemeriksaan dilakukan terhadap tiga aspek utama kendaraan untuk memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan mudik. Ia menegaskan sistem utama menjadi perhatian paling penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan.

“Ramp check memeriksa tiga sistem, yakni administrasi, sistem utama, dan penunjang. Administrasi meliputi izin trayek, buku KIR, STNK, serta pengemudi. Sistem utama seperti rem, roda, kemudi, dan lampu harus berfungsi baik,” ucap Revi.

Selain itu, petugas juga memeriksa sistem penunjang kendaraan seperti dongkrak, alat pemecah kaca darurat, kotak P3K, dan pemadam kebakaran. Perlengkapan tersebut dibutuhkan sebagai alat tanggap darurat untuk membantu penanganan ketika terjadi situasi darurat selama perjalanan.

“Peralatan penunjang memang tidak langsung berkaitan dengan keselamatan. Tetapi sangat dibutuhkan saat kondisi darurat di perjalanan,” ucap Revi menutup.

Sementara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat pengawasan transportasi melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Jakarta. Posko Kementerian Perhubungan tersebut beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret untuk memastikan kelancaran arus mudik nasional.

"Posko ini menjadi pusat koordinasi nasional yang berfungsi untuk memantau kondisi operasional transportasi selama masa angkutan Lebaran. Selain itu posko ini untuk koordinasi antar instansi, serta memastikan setiap dinamika di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.

Ia menyebut pergerakan masyarakat saat Lebaran menjadi fenomena sosial, budaya, dan keagamaan terbesar di Indonesia setiap tahun. Tradisi mudik bukan sekadar pulang kampung, tetapi momentum mempererat silaturahmi keluarga serta menjaga kebersamaan masyarakat Indonesia.

“Berdasarkan hasil survei, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Mereka diperkirakan melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia selama periode mudik Lebaran berlangsung,” ucap Menhub.

Rekomendasi Berita