Sekolah Rakyat Sudah Jangkau 22 Ribu Siswa, Pemerintah Tambah 100 Sekolah
- 13 Mar 2026 12:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Sekolah Rakyat terus diperluas pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak kurang mampu. Program ini telah menjangkau sekitar 22 ribu siswa di 166 sekolah di berbagai daerah.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan 100 sekolah baru tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin.
Budiman mengatakan, banyak anak Indonesia memiliki mimpi besar tetapi tidak semua mendapat pendidikan berkualitas. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto memperluas program Sekolah Rakyat.
Hal tersebut disampaikan Budiman melalui pesan video bertajuk Indonesia in 60 Seconds. Video tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya, dikutip, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Budiman, pendidikan merupakan instrumen paling efektif memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui Sekolah Rakyat, negara membuka peluang anak miskin meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
Dijelaskan, Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan bertugas mengoordinasikan program pengentasan kemiskinan agar lebih terarah. Program tersebut juga diharapkan berjalan terintegrasi dan tepat sasaran bagi masyarakat miskin.
Karena itu, lanjut Budiman, Sekolah Rakyat menjadi bagian penting strategi nasional meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini juga membuka peluang mobilitas sosial masyarakat yang lebih luas.
Pemerintah juga mengembangkan Sekolah Unggul Garuda yang terintegrasi dengan kampus baru.
Sekolah ini dirancang mencetak generasi unggul di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Budiman menegaskan, anak Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di era teknologi. Mereka harus menjadi pencipta, peneliti, dan inovator yang mampu bersaing secara global.
"Masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan tempat seseorang dilahirkan. Kesempatan belajar dan berkembang harus terbuka bagi seluruh anak Indonesia," ucapnya.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menilai, program Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak keluarga rentan. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu juga dinilai sebagai wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Hal tersebut disampaikan Fajar saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kunjungan tersebut dilakukan, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut Fajar, Sekolah Rakyat menunjukkan kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan setiap anak Indonesia. Kesempatan belajar harus tetap terbuka bagi anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit.
Ia mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi jembatan bagi anak-anak meraih masa depan yang lebih baik. Program ini diharapkan membantu mereka mengembangkan potensi serta memperoleh pendidikan yang layak.
“Sekolah Rakyat ini adalah jembatan emas bagi adik-adik yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Kami mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dengan sungguh-sungguh," ujarnya.