Audiensi ke PGI, PIKI Harapkan Kongres ke-VII Dibuka Presiden

  • 13 Mar 2026 02:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), menyambangi kantor Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (MPH PGI). Pertemuan ini, untuk menyampaikan sejumlah persiapan pelaksanaan kongres ke-VII PIKI, pada 30 Apri hingga 2 Mei 2026 mendatang.

Ketua Umum (Ketum) PIKI, Badikenita Sitepu mengatakan, pihaknya mengundang Presiden Prabowo Subianto, untuk membuka langsung kongres tersebut. Harapan ini dijelaskannya, karena dalam perjalanan kongres PIKI, pernah dibuka langsung oleh orang nomor satu di Indonesia.

"Kemungkinan Presiden hanya membuka saja lalu kongres akan dilaksanakan di beberapa tempat yang berbeda. Jadi sangat berharap dibuka oleh presiden karena Kongres PIKI pernah dibuka di Istana Negara oleh Presiden Suharto ketika itu," kata Badikenita dalam audiensi yang digelar di Graha Oikumjene, Jakarta, Kamism, 12 Maret 2026.

Lebih lanjut dalam kesempatan itu ia juga menuturkan di sela kongres, PIKI juga akan menggelar diskusi seminar. Sejumlah isu yang tengah berkembang saat ini dikatakan Badikenita, akan dibahas mendalam bersama para kaum intelektual Kristen di Indonesia.

Diungkapkannya, hal ini menjadi salah satu upaya dalam menunjukkan eksistensi dari gagasan-gagasan yang dihadirkan kaum intelektual Kristen Indonesia. Langkah ini ditekankan Ketum PIKI, sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi intelektual Kristen Indonesia dalam membangun bangsa.

Sementara itu Ketum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty menilai bahwa PIKI, dapat menjadi lokomotif dalam kontribusi pembangunan bangsa. Menurutnya, hal tersebut menggambarkan sebagaimana perjuangan masyarakat Kristen yang turut andil dalam perjalanan membangun bangsa Indonesia.

"Sebagai lokomotif inteligensia Kristen yang bukan saja untuk melambungkan peran-peran kontribusi gagasan, ide, tapi juga peran-peran konkret di dalam ruang publik. Karena itu PIKI harus memiliki peran aktif dalam kehidupan bangsa," ujar Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty.

Rekomendasi Berita