Konflik Gajah-Manusia, Presiden Prabowo Akan Buat Pagar Raksasa

  • 12 Mar 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kasus konflik antara gajah dengan warga di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan konflik gajah dengan warga di sekitar taman nasional telah berlangsung puluhan tahun.

Gerombolan gajah masuk ke perkampungan, pemukiman warga dan perkebunan. Kasus terakhir, kata Menteri Raja Juli, seorang kepala desa meninggal dunia karena terinjak gajah.

"Telah terjadi konflik antara gajah dan manusia tahunan, menahun, sudah puluhan tahun terjadi di Way Kambas, Lampung. Melihat fenomena ini, sekali lagi dengan kepedulian Pak Presiden Prabowo Subianto terhadap konservasi satwa Indonesia, beliau memutuskan menyiapkan dana bantuan Presiden," kata Menteri Raja Juli dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, usai bertemu dengan Presiden Prabowo, Kamis, 12 Maret 2026.

Rencananya dana bantuan dari Presiden akan digunakan untuk membangun tembok atau pagar baja yang memisahkan antara Taman Nasional Way Kambas dengan desa warga. Keberadaan tembok tersebut agar gajah tidak melintas atau masuk ke pemukiman warga.

"Membuat pagar atau kanal yang akan membentengi antara Taman Nasional Way Kambas dengan perkampungan atau desa yang ada di sepanjang taman nasional tersebut. Sekarang sudah pada tahap uji coba ya, dan studi yang komprehensif," ujarnya.

Menteri Raja Juli mengatakan pembangunan tembok, berkaca dari pengalaman Afrika dan India dalan mengelola taman nasional. Adapun panjang tembok, akan dibangun 130 kilo meter sepanjang desa.

"Way Kambas, total delineasinya itu sekitar 176 kilometer, dalam studi sementara, yang perlu diberi pagar atau tanggul itu sekitar 130 kilometer. Pagar dari baja yang sangat kuat, sekarang sedang diuji kekuatannya," kata Raja Juli.

Selain itu, Pemerintah juga akan memanfaatkan sekitar pagar untuk kegiatan ekonomi. Pemerintah akan memberdayakan masyarakat sekitar dengan memanfaatkan lahan di luar pagar untuk berternak sapi sehingga satwa terlindungi, ekonomi berputar dan hutan terjaga.

"Sepanjang tanggul ini juga akan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, misalkan di beberapa tempat di luar itu sudah pagar ini menjadi pusat ternak madu. Di mana kemudian, sekali lagi, alam terjaga, satwa terjaga pertanian rumput ya, untuk pakan ternak," kata Raja Juli menerangkan.

Rekomendasi Berita