Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan LPG Lancar Selama Ramadan dan Idulfitri

  • 12 Mar 2026 15:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG menjelang Ramadan dan Idulfitri dalam kondisi aman. Ia mengatakan Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode tersebut.

Simon menjelaskan Pertamina juga memastikan layanan kepada masyarakat melalui jaringan SPBU tetap berjalan optimal selama Ramadan hingga Idulfitri. Dari sekitar 7.885 SPBU yang ada, sebanyak 2.704 SPBU disiapkan beroperasi selama 24 jam penuh.

“Kami menjamin bahwa ketersediaan stok BBM dan LPG untuk menyambut Ramadan dan Idul Fitri ini dalam kondisi aman. Selain itu kami juga memastikan layanan-layanan di masyarakat dari SPBU, jumlah dari kurang lebih 7.885 SPBU, ada sekitar 2.704 SPBU yang standby 24 jam,” katanya usai mengikuti Pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Idulfitri 2026 di BPH Migas, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia mengatakan, Pertamina juga menyiapkan layanan melalui sekitar enam ribu agen LPG guna memastikan distribusi berjalan lancar. Perusahaan juga menambah layanan tambahan di wilayah atensi yang diperkirakan mengalami lonjakan arus kendaraan masyarakat.

“Kami juga menambah layanan-layanan antara lain di wilayah atensi, wilayah-wilayah yang kita perkirakan akan ada lonjakan arus. Itu kita sudah dorong di lapangan, termasuk menyediakan layanan tambahan,” ucapnya.

Simon menambahkan, Pertamina telah mengerahkan layanan motoris Pertamina Delivery Service serta menyiagakan mobil tangki untuk kondisi darurat. Kemudian, Satgas dan posko Ramadan dan Idulfitri juga telah mulai beroperasi sejak 9 Maret hingga direncanakan berakhir 1 April 2026.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan kesiapan pasokan listrik nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Ia mengatakan PLN telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketahanan energi selama periode mudik Lebaran tahun ini.

Darmawan menyampaikan pihaknya mengapresiasi arahan pemerintah yang mendorong peningkatan ketahanan energi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Ia menegaskan pemeliharaan pembangkit listrik telah dilakukan jauh hari sebelumnya sesuai arahan dari Menteri terkait.

“Kami mengucapkan terima kasih atas saran dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi dalam rangka Ramadan dan Idul Fitri 2026 ini. Kami melaporkan bahwa maintenance dari pembangkit sudah dilakukan jauh-jauh hari, sesuaran dari Pak Menteri,” ujarnya usai mengikuti Pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Idulfitri 2026 di BPH Migas, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menyebut, PLN juga telah menyiapkan gardu induk transmisi serta membentuk posko siaga guna memastikan operasional kelistrikan tetap berjalan lancar. Persediaan energi primer juga disiapkan dengan cadangan gas lebih dari sembilan hari serta BBM di atas 9 hari operasi.

Darmawan menambahkan stok batu bara untuk pembangkit listrik juga berada pada kisaran rata-rata di atas 19 hari operasi. Dengan kondisi tersebut, ia memastikan sistem kelistrikan nasional saat ini berada dalam kondisi aman menghadapi arus mudik Lebaran.

“Kemudian untuk persediaan energi primer untuk gas di atas dari 9 hari, BBM di atas 9 hari. Kemudian juga batubara secara average di atas 19 hari operasi, jadi kondisi saat ini dalam kondisi aman, terutama untuk mudik,” ucapnya.

PLN juga mengoptimalkan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik dengan mengganti pengisian lambat menjadi ultra fast charging. Selain itu, jumlah SPKLU juga ditingkatkan hingga sekitar 1,8 kali untuk mendukung peningkatan pemudik pengguna mobil listrik.

Rekomendasi Berita