Presiden Prabowo: Kekuatan Besar Dunia Belum Tentu Jaga Perdamaian
- 11 Mar 2026 07:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian dunia. Menurut Presiden, meski banyak pemimpin memiliki kekuatan besar, tidak semuanya mampu memastikan perdamaian tetap terjaga.
"Di tengah dunia sekarang yang penuh ketidakpastian, bahkan penuh bahaya, di mana banyak pemimpin di dunia yang memiliki kekuatan besar tidak dengan lancar menjaga perdamaian. Perdamaian yang kita perlukan yang diperlukan oleh seluruh umat manusia,"kata Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya pada acara peringatan Nuzulul Qur'an tingkat kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Salah satu penyebab ketidakpastian karena perang di sejumlah kawasan seperti di Timur Tengah imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Kemudian, perang Rusia dengan Ukraina yang tidak kunjung reda.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia bertekad menjalin hubungan baik dengan berbagai negara. Indonesia, kata Presiden Prabowo, tidak ingin mencampuri urusan domestik negara lain.
"Bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan pemerintah saya, kita bertekad untuk memelihara persahabatan, hubungan baik dengan semua bangsa, dengan semua negara. Menjaga hubungan dengan semua kekuatan, kita tidak mau campur tangan dalam urusan dalam negeri negara mana pun," kata Presiden menegaskan.
Indonesia konsisten dengan politik luar negeri bebas aktif, tanpa berpihak kepada blok manapun di dunia. Indonesia menghormati semua kekuatan di dunia seperti yang telah diwariskan oleh pendahulu bangsa.
"Kita hormati semua kekuatan di dunia, yang besar maupun yang kecil, ini adalah jalan yang telah ditunjuk oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Ini juga ditunjuk oleh hampir semua guru-guru agama dari semua agama, bahwa kita akan berusaha sangat keras untuk menjaga perdamaian," katanya.
Menurut Kepala Negara, untuk menghadapi ketidakpastian maka rakyat Indonesia harus bersatu dan rukun. Indonesia dan negara lain harus bersatu untuk mencegah lebih besar lagi dampak akibat perang.
"Kita sebagai bangsa Indonesia bersama banyak-banyak bangsa lain, kita perlu untuk menggalang persatuan di antara kita. Menggalang kerukunan di antara kita, untuk menghadapi keadaan penuh ketidakpastian ini, untuk menghadapi keadaan yang penuh bahaya ini," ujarnya.