Di Tengah Ramadan, Petugas Terus Padamkan Karhutla di Kalbar

  • 07 Mar 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan terus bersiaga melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Seksi Wilayah II Pontianak, meski memasuki pertengahan Ramadhan 2026.

Saat ini wilayah Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu daerah rawan karhutla. Ini terjadi seiring meningkatnya jumlah titik panas serta potensi kekeringan pada musim kemarau.

Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan dan upaya pencegahan yang lebih intensif dari berbagai pihak. Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kubu Raya terjadi sejak 28 Februari 2026 hingga 6 Maret 2026.

Meski menjalankan ibadah puasa, tim Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak tetap melakukan pemadaman secara intensif. Pemadaman dilakukan di lima titik yang tersebar di tiga wilayah.

Wilayah tersebut berada di Desa Rasau Jaya Tiga, Desa Rasau Jaya Umum di Kecamatan Rasau Jaya. Serta Desa Limbung di Kecamatan Sungai Raya.

Kepala Seksi Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan, Sahat Irawan Manik, mengatakan upaya pemadaman dilakukan sejak pagi hingga malam hari. Guna mempercepat pengendalian api, terutama pada lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga.

Ia menjelaskan, dua lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya Tiga dan Desa Rasau Jaya Umum saat ini telah memasuki tahap mopping up atau pendinginan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa sehingga kebakaran benar-benar dinyatakan padam.

“Tahapan mopping up dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Kondisi ini juga menandakan situasi karhutla mulai terkendali,” kata Sahat, Sabtu, 7 Maret 2026.

Selain pemadaman, tim Manggala Agni juga terus mengintensifkan patroli pencegahan karhutla di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Menurutnya, patroli tersebut bertujuan mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat.

“Respon terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Patroli juga dilakukan untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta memantau perkembangan isu karhutla di masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan harian hotspot tahun 2026, di Kabupaten Kubu Raya terpantau adanya peningkatan jumlah dan sebaran titik panas. Hasil pengamatan BMKG melalui Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) juga menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan kebakaran.

“Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan berkomitmen terus bergerak cepat. Dan juga bersinergi dengan berbagai pihak untuk menuntaskan pemadaman karhutla serta mencegah kebakaran lanjutan,” ujar Sahat.

Rekomendasi Berita