Isu Penutupan Selat Hormuz, Bahlil Jamin Stok BBM Nasional Masih Aman

  • 02 Mar 2026 16:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan, stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman . Hal itu disampaikannya merespons dinamika geopolitik Timur Tengah dan isu penutupan Selat Hormuz.

“Masih cukup. Selama 20 hari ini,” kata Bahlil di Istana Negara Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Menurutnya, Indonesia masih melakukan impor minyak menjelang Lebaran. “Ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” kata Bahlil.

Ia mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan global secara cermat. Menurutnya, pergerakan harga minyak dunia mulai merespons ketegangan kawasan.

Bahlil mengatakan, hingga kini belum ada tekanan langsung terhadap subsidi energi. “Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik,” ujarnya, merujuk pada kenaikan harga Minyak Mentah Brent.

“Sampai hari ini enggak ada masalah. Tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” ujarnya.

Ia menyampaikan langkah mitigasi akan dibahas dalam rapat Dewan Energi Nasional. Pemerintah akan menunggu hasil kajian sebelum menetapkan kebijakan lanjutan.

“Nanti, saya besok Insyaallah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan,” katanya. Ia memastikan hasil analisis dan kajian tersebut akan diumumkan setelah pembahasan selesai.

Terkait impor dari Amerika Serikat, Bahlil menjelaskan prosesnya dilakukan bertahap setelah penandatanganan komitmen. “Impor AS itu setelah ditandatangani baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail, kita kasih kesempatan sekitar 60 hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagian pasokan dari Amerika Serikat sudah direalisasikan, terutama untuk kebutuhan elpiji. Pemerintah terus mengoordinasikan langkah strategis guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Negara Jakarta, Senin , 2 Maret 2026 sore. Presiden diagendakan akan membahas mengenai dinamika geopolitik global.

Rekomendasi Berita