Menbud Pastikan Budaya Bali Terjaga dan Terawat
- 22 Jun 2025 17:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan bahwa budaya Bali terjaga dan terawat. Sehingga diharapkan dapat menjadi teladan bagi daerah lainnya untuk melakukan hal serupa.
“Ekosistem kesenian dan budaya di Bali ini benar-benar terjaga dan terawat. Mudah-mudahan akan terus berlangsung dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Minggu (22/6/2025).
Mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 di Pulau Bali, Sabtu, Menbud Fadli mengapresiasi acara yang sudah berlangsung terus-menerus selama 47 tahun tersebut. Menurut dia, PKB merupakan ekspresi budaya dan kekayaan tradisi dari semua kabupaten dan kota yang ada di Bali.
Pada seremoni pelepasan pawai Peed Aya, Menbud memukul kulkul (kentungan) sebagai tanda peresmian pembukaan, didampingi Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa. Lalu Gubernur Bali, I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, dan Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya.
Pemukulan kulkul disambut dengan suara gamelan Gong Gede, Semar Pegulingan, serta barungan gamelan Gong Guwung Gumi yang mengiringi penampilan pembuka bertajuk Mudra Citta Siwa Nataraja, persembahan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali. Pertunjukan ini menggambarkan Siwa yang mewujudkan keteraturan semesta melalui energi tarian kosmik.
Penampilan ini menggambarkan bahwa semua makhluk hidup tumbuh selaras dengan irama alam. Menbud Fadli menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Peed Aya yang menjadi rangkaian acara Pesta Kesenian Bali ke-47.
“Ini adalah sebuah acara yang sangat luar biasa. Pertunjukan dari ISI Bali menghadirkan ekspresi budaya terbaik," ujarnya.
Pawai Peed Aya menampilkan garapan seni tematik yang menunjukkan keunikan, kekayaan, dan keragaman seni dari sembilan kota/kabupaten se-Bali. Di hadapan Menteri Kebudayaan serta ribuan masyarakat yang hadir, tiap daerah hadirkan penampilan pamungkasnya.
Menbud Fadli juga mengungkapkan kekagumannya atas penampilan artistik yang dipersembahkan oleh setiap kabupaten dan kota di Bali. Serta keberagaman peserta yang mencakup banyak anak muda.
Kabupaten Karangasem hadir dengan garapan tematik berjudul Jempana Masolah, Kabupaten Jembrana berjudul Jimbarwana, Kabupaten Buleleng mempersembahkan Agra Bhuwana Raksa. Lalu Kabupaten Bangli sajikan garapan teatrikal Posa Purwa Sancaya, Kabupaten Klungkung tampilkan Manunggaling Kaula Gusti, dan Kabupaten Tabanan menampilkan keunikan kisah Subak.
Selain itu Kabupaten Gianyar refleksikan daerah Ubud yang akrab dengan asimilasi budaya, Kota Denpasar suguhkan penampilan berjudul Ngerebong. Dan ditutup dengan pertunjukan dari Kabupaten Badung, yang mengibaratkan sebilah keris sebagai simbol kekuatan spiritual dan harmoni.
Lebih lanjut, Menbud Fadli menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto yang tidak dapat hadir secara langsung karena sedang melaksanakan kunjungan kerja ke luar negeri dalam rangka menghadiri sebuah konferensi. "Mudah-mudahan, tahun depan bisa hadir langsung untuk membuka Pesta Kesenian Bali yang ke-48,” katanya.