Hari Ibu, Ini Enam Menteri Perempuan di Kabinet

  • 22 Des 2022 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya dengan peran perempuan di Indonesia. Karena itulah, dia tak segan memilih enam wanita untuk masuk jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju

Kepala Negara meyakini sosok perempuan memiliki keunggulan dan layak menempati posisi strategis dalam pemerintahan.Dirangkum dari berbagai sumber, berikut profil singkat keenam menteri perempuan saat ini.


1. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati mengemban jabatan sebagai Menteri Keuangan periode 2019-2024. Periode pertama berlangsung pada Kabinet Indonesia Bersatu.

Di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, ia berhasil meminimalisir korupsi dan memprakarsai reformasi dalam sistem pajak. Ia juga terpilih menjadi Executive Director pada International Monetary Fund (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara.

Pada 21 Oktober 2004, Sri Mulyani mendapatkan penugasan pertama di Kabinet sebagai Menteri PPN/Bappenas. Selanjutnya, pada 5 Desember 2005, wanita yang akrab disapa Srimul ini dilantik menjadi Menteri Keuangan.

Selama menjadi Menteri Keuangan, Srimul banyak menorehkan prestasi. Di antaranya menstabilkan ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent.

Selain itu menurunkan biaya pinjaman dan mengelola utang serta memberi kepercayaan pada investor. Reformasi Kementerian Keuangan dinahkodainya dengan baik sehingga banyak terjadi perubahan fundamental di Kementerian Keuangan.

Seiring berjalannya waktu, pada 23 Oktober 2019, Srimul kembali terpilih menjabat sebagai Menteri Keuangan. Di mana ini merupakan periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Namun, jabatan ini menjadi yang keempat kalinya bagi Srimul dalam kabinet yang berbeda. Bahkan, pada Oktober 2020, Global Markets memilihnya menjadi 'Finance Minister of the Year - East Asia Pacific'.


2. Menteri Sosial, Tri Rismaharini

Risma mulai menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) pada 23 Desember 2020. Sebelumnya, dia merupakan Wali Kota Surabya selama hampir dua periode (2010β€”2015; 2016β€”2020).

Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2010). Risma juga mampu meraih gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Pada masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota, Surabaya, Risma berhasil meraih delapan piala adipura kencana berturut-turut. Yakni pada tahun 2011-2018 untuk kategori kota metropolitan, serta adipura paripurna pada tahun 2016.

Di bawah kepemimpinannya, Surabaya juga menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012. Lalu versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan.


3. Menteri Luar Negeri, Retno L. P. Marsudi

Wanita kelahiran Semarang 27 November 1962 ini, menjadi Menteri wanita pertama yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia. Ia dilantik pada 27 Oktober 2014.

Dia merupakan lulusan Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Gajah Mada, Yogyakarta tahun 1985 . Namun dia juga mengambil beberapa program studi lain, seperti "Undang-Undang Uni Eropa" di Haagse Hogeschool, Den Haag.

Menteri Retno bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada tahun 1986 dan telah bertugas di berbagai pos. Seperti Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda (2012-2014), Direktur Eropa Barat (2003-2005).

Lalu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia (2005-2008), Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (2008-2012). Selain itu, dia juga pernah bertugas di Kedutaan Besar Indonesia di Canberra (1990-1994) dan di Den Haag (1997-2001).

Selain itu, Retno juga pernah mendapat penghargaan β€œAgen Perubahan" dari PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women). Penghargaan Khusus untuk Pemimpin Diplomasi Kemanusiaan dari PKPU Human Initiative, 19 Desember 2018.


4. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah

Ida Fauziyah adalah Menteri Ketenagakerjaan pada Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo dan Ma'ruf Amin periode 2019-2024. Sebelumnya ia berprofesi sebagai anggota DPR-RI.

Di parlemen, dia ditugaskan sebagai Ketua Komisi VIII yang menangani Departemen Agama, Departemen Sosial serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia hingga Zakat. Selain itu, Ida merupakan pendiri dan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen, yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU.


5. Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar

Siti Nurbaya Bakar kembali mengemban tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Lulusan Institut Pertanian Bogor ini mulai berkarier di dunia birokrasi sejak tahun 1982.

Pada saat itu, perempuan kelahiran Juli 1956 ini bekerja di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung. Setelahnya, ia sempat menjabat sebagai Kabiro Perencanaan di Departemen Dalam Negeri, Pengajar di Kopertis.

Tidak hanya itu, Siti Nurbaya juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Manajemen di STPDN, Sekretaris Jenderal Depdagri. Kemudian juga pernah menjadi Dewan Komisiaris Pusri, dan Ketua Komite Investasi dan Manajemen Risiko Pusri.

Selain itu, Siti Nurbaya juga pernah mendapatkan penghargaan Laporan Akuntansi Standar Tertinggi dari Menteri Keuangan dari 2008 hingga 2011. Ada pula Penghargaan WTP Laporan Keuangan dari BPK-RI sejak penilaian awal sebagai Sekjen DPD-RI.


6. Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati

I Gusti Ayu Bintang Darmawati adalah perempuan Bali pertama yang terpilih sebagai menteri. Ia ditunjuk sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

I Gusti Ayu menjabat sebagai KemenPPPA menggantikan Yohana Yambise. Sebelum ini, ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Manajemen Usaha di Dewan Kerajinan Nasional (Dekarnas).

Perempuan kelahiran November 1968 ini juga sempat didapuk sebagai Ketua Bidang II Penggerak PKK. Serta Ketua Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga Besar Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja.

Rekomendasi Berita