Kepala LAN Buka Rakor Pengembangan Kompetensi ASN Regional Papua di Nabire
- 10 Mar 2026 23:24 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Regional Papua yang digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah sementara di kawasan Bandara Lama Nabire, Senin 9 Maret 2026
Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan tifa, sebagai simbol dimulainya forum koordinasi yang mempertemukan aparatur pemerintah dari berbagai wilayah di regional Papua untuk membahas penguatan kapasitas sumber daya manusia aparatur.
Dalam pemaparannya, Muhammad Taufiq menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN di Tanah Papua menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam kerangka otonomi khusus.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan suatu daerah sangat bergantung pada kualitas aparatur sipil negara yang menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.
“Tidak ada pembangunan yang dapat berjalan dengan baik tanpa didukung oleh ASN yang profesional. ASN mengurus pelayanan masyarakat sejak seseorang lahir hingga meninggal dunia, sehingga perannya sangat menentukan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa profesionalitas ASN tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi harus dibentuk melalui proses pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.
Karena itu, rakor ini dinilai penting sebagai forum untuk memperkuat sistem pengembangan sumber daya manusia aparatur, khususnya di wilayah Papua yang memiliki tantangan pembangunan tersendiri.
Dalam pemaparannya, Taufiq juga menyoroti bahwa salah satu tantangan utama pembangunan daerah adalah kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya.
“Tidak ada organisasi atau daerah maju hanya karena uangnya banyak. Kalau uang banyak tetapi SDM tidak siap, maka pembangunan tidak akan berjalan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penguatan birokrasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah. Di berbagai negara, kualitas birokrasi menjadi indikator utama dalam menilai kemajuan pembangunan.
Untuk itu, pemerintah mendorong sistem pembelajaran ASN yang terintegrasi, tidak hanya melalui pelatihan di ruang kelas, tetapi juga melalui pembelajaran langsung di tempat kerja.
Selain itu, LAN juga mengembangkan berbagai platform pembelajaran digital yang dapat diakses oleh ASN di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Papua, guna mempercepat peningkatan kompetensi aparatur.
Menurut Taufiq, ke depan setiap instansi pemerintah didorong memiliki sistem pembelajaran terintegrasi atau corporate university sebagai bagian dari pengembangan talenta aparatur negara.
“Talenta ASN tidak lahir dengan sendirinya. Talenta harus dibentuk melalui proses belajar, pelatihan, dan pengembangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengembangan kompetensi ASN, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah Papua.