Ketegangan Israel–Iran Ancam Pasokan Minyak Global

  • 06 Mar 2026 09:02 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Menurut para analis geopolitik, hubungan antara Israel dan Iran saat ini berada pada tingkat ketegangan yang sangat tinggi. Menurut laporan Reuters, serangan militer Israel terhadap beberapa fasilitas militer Iran pada awal 2026 memicu balasan rudal dan drone dari Teheran ke wilayah Israel serta pangkalan militer sekutu di Teluk. Para pakar menilai eskalasi ini merupakan puncak dari rivalitas panjang yang mencakup program nuklir Iran, dukungan Teheran terhadap kelompok proxy yang menentang Israel, serta persepsi ancaman eksistensial yang dimiliki Israel.

Menurut International Crisis Group dan pakar regional, konflik Israel–Iran tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga memiliki konsekuensi besar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Aktivitas militer yang meningkat di sekitar Strait of Hormuz menimbulkan kekhawatiran global terkait keamanan jalur perdagangan energi, karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur strategis ini. Para analis menekankan bahwa eskalasi yang terus berlangsung dapat memicu kenaikan harga minyak global dan ketidakstabilan ekonomi bagi banyak negara.

Menurut pakar hubungan internasional, solusi jangka panjang masih sulit dicapai karena kedua negara memiliki kepentingan strategis dan ideologis yang saling bertentangan. Sementara dunia internasional, termasuk PBB dan sekutu besar seperti Amerika Serikat, terus mendorong negosiasi dan de‑eskalasi, ancaman konflik terbuka tetap tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa rivalitas Israel–Iran bukan sekadar isu regional, tetapi juga memiliki implikasi keamanan dan ekonomi global yang signifikan.

Rekomendasi Berita