Papa John’s Tutup 300 Gerai usai Penjualan Turun

  • 28 Feb 2026 17:03 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Jaringan restoran pizza asal Amerika Serikat, Papa John's, mengumumkan rencana penutupan sekitar 300 gerai di Amerika Utara hingga akhir 2027. Langkah ini diambil setelah perusahaan mencatat kinerja kuartal yang melemah akibat konsumen mengurangi pengeluaran.

Dilansir dari CNN International, pengumuman tersebut disampaikan dalam laporan pendapatan perusahaan pada Kamis 26 Februari 2026. Dari total 300 gerai yang akan ditutup, sekitar 200 di antaranya dijadwalkan berhenti beroperasi sepanjang tahun 2026.

Chief Financial Officer Papa John’s sekaligus Presiden Operasi Amerika Utara, Ravi Thanawala, menyebut restoran yang terdampak merupakan lokasi yang tidak memenuhi ekspektasi merek atau tidak memiliki jalur peningkatan kinerja keuangan yang berkelanjutan. Selain itu, sebagian lokasi dinilai masih memungkinkan untuk mengalihkan penjualan ke gerai terdekat.

Perusahaan tidak merinci daftar lokasi yang akan ditutup. Berdasarkan laporan tahunan, hingga akhir 2025 Papa John’s memiliki sekitar 3.500 gerai di berbagai wilayah.

Selain penutupan restoran, perusahaan juga memangkas sekitar 7 persen dari total 700 karyawan kantor pusatnya sebagai bagian dari langkah efisiensi.

Keputusan ini menyusul kinerja kuartal keempat yang kurang menggembirakan. Papa John’s melaporkan penurunan penjualan toko yang sama sebesar 5,4 persen di Amerika Utara.

CEO Todd Penegor menyatakan hasil tersebut mencerminkan lemahnya kondisi konsumen serta meningkatnya tekanan promosi di industri makanan cepat saji. Manajemen kini berupaya melakukan pembenahan, terutama pada sisi menu dan kualitas produk.

Beberapa langkah perbaikan yang dilakukan antara lain penyesuaian ulang oven restoran untuk meningkatkan kualitas hasil masakan serta peluncuran varian pizza pan baru guna menarik minat pelanggan.

Di tengah tekanan yang dihadapi Papa John’s, pesaingnya Pizza Hut juga mengumumkan penutupan sekitar 250 gerai pada paruh pertama 2026. Perusahaan induknya, Yum! Brands, saat ini tengah melakukan peninjauan strategis terhadap merek tersebut.

Sementara itu, Domino's Pizza justru mencatat kinerja lebih baik. Pada awal pekan ini, Domino’s melaporkan kenaikan penjualan toko yang sama sebesar 3,7 persen pada kuartal keempat, didorong strategi harga agresif dan kampanye merek baru.

Rekomendasi Berita