Sigit Pramono : Kesadaran Terpapar Radikalisme
- 13 Mar 2026 10:58 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Dialog interaktif Pro 1 RRI Merauke menghadirkan narasumber Sigit Pramono, S.H, warga binaan Densus 88 AT Polri Satgaswil Papua. Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi pengalaman perjalanan hidupnya hingga mengenal paham radikalisme dan akhirnya menyadari kekeliruan pemikiran tersebut.
Sigit menjelaskan bahwa sebelum mengenal paham radikal, dirinya telah lama berprofesi sebagai pendakwah di masyarakat. Latar belakang pendidikan pesantren dan perguruan tinggi agama membuatnya aktif memberikan ceramah keagamaan di berbagai tempat.
Ia menuturkan bahwa keterlibatannya dalam pemahaman radikal berawal dari keinginan yang kuat untuk mencari ilmu dan memahami jati diri. Rasa ingin tahu yang tinggi membuatnya mendalami berbagai literatur keagamaan, termasuk kitab-kitab dari Timur Tengah yang memiliki pandangan ekstrem.
“Bukan telah menjadi mubaligh, tetapi dari dulu profesi saya memang seorang pendakwah. Dulu saya terjerumus karena ingin tahu dan karena pencarian tentang ilmu serta jati diri,” ujar Sigit, Jumat 13 Maret 2026.
Menurutnya, proses kesadaran untuk kembali pada pemahaman yang benar juga didorong oleh ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa perubahan tersebut bukan karena tekanan atau bujukan dari pihak manapun.
Sigit juga mengungkapkan bahwa pengalaman yang ia alami menjadi pelajaran berharga untuk disampaikan kepada masyarakat. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi peringatan agar masyarakat tidak terjebak dalam pemikiran yang sama.
Melalui dialog tersebut, ia menekankan pentingnya memahami agama secara utuh. Selain itu juga tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang memanfaatkan simbol-simbol keagamaan.