Konflik Timur Tengah, Dua Penerbangan dari Kualanamu Dibatalkan

  • 02 Mar 2026 18:08 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Dua penerbangan internasional dari Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, harus dibatalkan karena penutupan ruang udara sejumlah negara, khususnya di Kawasan Timur Tengah. Penutupan sejumlah ruang udara dilakukan, seiring konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Dua penerbangan yang dibatalkan pada Minggu, 1 Maret 2026 kemarin, yakni maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 084 tujuan Jeddah Arab Saudi. Serta Maskapai Pesawat Udara Emirates Airlines tujuan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Kondisi yang sama juga terjadi pada Senin, 2 Maret 2026 pagi, tidak ada jadwal penerbangan menuju ke sejumlah negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Qatar, maupun Uni Emirat Arab. Meski begitu, untuk penerbangan internasional khusus tujuan ke Negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam tetap normal.

Manager Of Corporate Affairs, PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Internasional Kualanamu, Mohamad Hikmat, mengatakan, pembatalan hanya untuk operasional maskapai menuju kawasan Negara Timur Tengah. Sedangkan, untuk penerbangan luar negeri lainnya dan domestik tetap normal dan kondusif.

“Penerbangan yang menuju ke Timur Tengah, khususnya yang ke Abu Dhabi maupun Jeddah baik yang dioperasikan Etihad maupun Lion Air saat ini mengikuti penyesuaian jadwal ya. Ada beberapa peristiwa di Timur Tengah yang berdampak juga di Bandara Kualanamu,” ujarnya.

Dikatakan Mohamad, sejak Minggu lalu pihak Airnav juga telah mengeluarkan himbauan dengan peringatan penundaan perjalanan menuju negara Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Kondisi ini juga menyebabkan seluruh jemaah yang sudah menjadwalkan umroh ke Arab Saudi kembali tertunda.

“Saya yakin maskapai sudah berkoordinasi dengan travel-travel (umroh) atau mereka yang sudah memesan tiket terlebih dahulu, sehingga hari ini tidak ada penumpang yang miss informasi dengan jadwal penerbangan yang ada,” ucapnya.

Sementara, calon penumpang Maskapai Air Asia tujuan Penang, Malaysia, Reni Alfisyahri, mengaku tidak khawatir melakukan perjalanan ke luar negeri, meski sedang terjadi konflik bersenjata. Dirinya berharap konflik yang sedang terjadi bisa segera mereda sehingga tidak berdampak buruk bagi negara lain, termasuk Indonesia.

“Kalau aku sih gadak berpikir di situ, karena selama ini penerbangannya aman-aman saja. Jadi, kita juga di Asia Tenggara masih aman-aman saja. Harapannya sih, konflik ini tidak ada lagi lah. Dunia damailah, jangan sampai negara kita juga terkena imbas dengan perang,” kata Reni.

Sementara hingga Senin siang, situasi di counter check in maskapai penerbangan ke Timur Tengah, juga tidak terlihat antrian. Termasuk jemaah umroh yang hendak ke Arab Saudi juga tidak terlihat. Kondisi ini berbeda dari hari biasa, yang selalu dipadati jemaah umroh.

Rekomendasi Berita