Hadiah Diwali untuk Semua: Sistem Pajak Barang Jasa
- 20 Sep 2025 09:03 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Diwali tahun ini menjadi momen perubahan besar bagi warga India ketika Pemerintah India meluncurkan reformasi besar terhadap sistem Pajak Barang dan Jasa (GST). Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, India mengambil langkah tegas untuk menyederhanakan dan merasionalisasi struktur pajak yang kompleks.
Awalnya diterapkan pada 1 Juli 2017, GST 1.0 menggantikan jejaring pajak tidak langsung yang sangat terfragmentasi dengan sistem terpadu yang dipandu oleh visi “Satu Bangsa, Satu Pasar, Satu Pajak.
Pada reformasi awalnya, GST dipuji sebagai undang-undang terobosan bagi India Baru. Ia berhasil menyatukan 17 jenis pajak dan 13 pungutan ke dalam satu sistem terpadu, menghilangkan efek berganda perpajakan, membangun pasar nasional dengan tarif dan prosedur bersama, menyederhanakan kepatuhan, serta meningkatkan transparansi.
Lebih dari itu, GST menjadi simbol integrasi ekonomi India. Kini, dengan evolusinya menjadi GST 2.0, sistem ini bukan hanya memperbaiki struktur, tetapi juga menegaskan kembali komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan setiap warga India.
Meskipun GST 1.0 membawa manfaat besar dalam penyederhanaan operasi bisnis dan peningkatan kepatuhan pajak, sistem itu juga menghadapi tantangan, terutama karena adanya banyak lapisan tarif yakni 5, 12, 18 dan 28 persen.
Gelombang baru reformasi GST kini digulirkan di India. Dalam pidato Hari Kemerdekaan, Perdana Menteri Modi menggambarkan kerangka GST terbaru sebagai langkah untuk meringankan beban masyarakat. Visi ini didukung Kementerian Keuangan yang mendapat persetujuan dari Kelompok Menteri yang dibentuk oleh Dewan GST.
Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan Pemerintah akan membawa reformasi GST generasi berikutnya, yang akan menurunkan beban pajak bagi masyarakat. Ini akan menjadi hadiah Diwali untuk Anda.” Reformasi ini, lanjutnya, akan memberikan manfaat langsung bagi rakyat, petani, UMKM, perempuan, pemuda, dan keluarga kelas menengah.
Modi juga mengatakan Merangkum reformasi GST, ada lima permata untuk ekonomi India. Pertama, aliran pajak lebih sederhana. Kualitas hidup warga India akan meningkat, konsumsi dan pertumbuhan ekonomi akan bertambah, kemudahan berbisnis akan mendorong investasi dan lapangan kerja, serta federalisme kooperatif akan semakin kuat menuju India maju.”
Disebut sebagian orang sebagai hadiah Diwali bagi rakyat, struktur baru GST 2.0 memperkenalkan pemangkasan pajak di sektor-sektor utama. Perubahan ini disebut sebagai Pilar Reformasi GST Generasi Berikutnya, yang dibangun dari kesuksesan GST 1.0.
Kerangka baru ini menetapkan struktur dua tingkat dengan sistem perpajakan lebih adil serta memungkinkan pelaporan pajak digital untuk kenyamanan lebih besar dan pengembalian dana lebih cepat. Prioritas konsumen tercermin melalui tarif lebih rendah untuk barang penting dan bernilai tinggi, sementara UMKM dan produsen mendapat keuntungan dari arus kas yang lebih baik.
Reformasi ini juga memperkuat pendapatan negara bagian serta mendorong permintaan konsumen yang pada akhirnya menggerakkan pertumbuhan konsumsi dan produksi di India. Dengan demikian, akan tercipta lapangan kerja baru dan peningkatan PDB.
Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, mengatakan, “Dengan rezim pajak generasi baru ini, hanya ada dua tarif (5 persen dan 18 persen), dana sebesar 2 lakh crore rupee disuntikkan ke ekonomi. Rakyat akan memiliki uang tunai di tangan.”
Ia menambahkan, Bukan hanya bahan pangan, masalah klasifikasi juga telah diselesaikan untuk semua kategori produk. Barang dengan jenis sama kini dikenakan tarif sama. Sekitar 99% barang yang sebelumnya dikenakan 12% kini turun menjadi 5%. Dampak positif GST akan dirasakan pada semua produk yang digunakan masyarakat dari pagi hingga malam.”
Dalam GST 2.0, obat-obatan esensial kini bebas pajak dari sebelumnya 5 persen, membuat layanan kesehatan lebih terjangkau bagi jutaan warga India. Layanan asuransi jiwa dan kesehatan kini sepenuhnya bebas GST, langkah yang mendorong akses lebih luas ke asuransi kesehatan sekaligus mengurangi beban biaya kesehatan.
Mesin pertanian dan kebutuhan pokok dikenakan tarif 5 persen yang memberi keringanan nyata bagi petani dan konsumen. Sebagian besar barang lainnya dikenakan tarif 18 persen, turun dari 28 persen, yang menurunkan harga dan meringankan masyarakat.
Sementara barang mewah dan barang berdampak negatif seperti tembakau, pan masala, kasino, mobil mewah tetap dikenakan GST 40 persen. Penyesuaian ini mencerminkan pendekatan perpajakan yang lebih progresif demi kesejahteraan rakyat dan dunia usaha.
Perubahan ini menyeimbangkan antara kebutuhan penerimaan negara dan pemerataan sosial. Dengan meringankan beban pajak bagi kelompok berpendapatan rendah dan menengah serta menempatkan tanggung jawab lebih besar pada konsumsi barang mewah, reformasi ini menandai kalibrasi ulang ekonomi dan komitmen pada pertumbuhan inklusif di tengah musim perayaan.
Jelas, reformasi GST 2.0 akan mendorong kemudahan berbisnis di India, meningkatkan konsumsi domestik, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, membantu industri meningkatkan produksi, memperbesar penerimaan pajak meski tarif diturunkan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan ekspor India.
(Penulis: Konsul Jenderal India di Medan untuk Pulau Sumatra, Ravi Shanker Goel)