Museum Sejarah Shaanxi, Harta Peninggalan Peradaban Jalur Sutra
- 10 Agt 2025 13:16 WIB
- Medan
KBRN, Xi’an: Museum Sejarah Shaanxi (Shaanxi History Museum), yang terletak di barat laut Pagoda Angsa Liar Besar Kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, menjadi salah satu destinasi budaya paling penting di Tiongkok. Didirikan pada 1983, museum nasional modern berskala besar ini berstatus National 4A-Rated Tourist Attraction dan National First-Grade Museum.
"Museum ini menyimpan lebih dari 1,7 juta artefak yang mencakup sejarah lebih dari satu juta tahun, dari peralatan batu manusia purba hingga peninggalan kehidupan sosial modern," kata tour guide Chang Hong Mei kepada RRI, Selasa (29/7/2025).
Bangunan utama museum memiliki aula pameran pusat yang dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi. Koleksi khasnya meliputi perunggu era Shang dan Zhou, patung tanah liat dari berbagai dinasti, perhiasan emas-perak Dinasti Han dan Tang, hingga mural makam dari Dinasti Tang

Replika gua Buddha dengan deretan patung berornamen warna-warni yang merepresentasikan warisan seni religi di Museum Sejarah Shaanxi, Xi’an. (Foto: RRI/Mario Pascal)
Tiga ruang pameran utama di museum ini menyajikan sejarah Shaanxi secara kronologis. Ruang pertama menampilkan peradaban nenek moyang manusia purba, peninggalan Zhou Barat, dan Dinasti Qin. Ruang kedua mengulas kejayaan Dinasti Han dan integrasi budaya antara masyarakat agraris dan nomaden, sementara ruang ketiga memperkenalkan masa keemasan Dinasti Tang dan perkembangan Xi’an setelah keruntuhan dinasti tersebut.
“Di aula pameran Dinasti Han, kita dapat melihat bagaimana Chang’an (sekarang Xi’an), sebagai titik awal Jalur Sutra, menjadi pusat peradaban Asia Timur dan kota metropolitan internasional yang terkenal pada masanya. Untuk pertama kalinya, Tiongkok mulai mendunia sebagai negara yang kuat,” ujar Mai.

Koleksi patung tanah liat dari berbagai dinasti yang dipamerkan di Museum Sejarah Shannxi, menampilkan detail busana dan gaya rambut khas Tiongkok kuno. (Foto: RRI/Mario Pascal)
Puncak koleksi museum berada pada pameran khusus Mural Dinasti Tang yang memamerkan hampir 600 mural dari lebih 20 makam, mencakup area lebih dari 1.000 m², termasuk 69 mural berstatus harta nasional.
Salah satu artefak terpenting adalah Three-Colored Camel Carrying Musicians, patung unta dengan delapan pemusik di punggungnya yang menjadi karya terbaik keramik glasir tiga warna Tang. Ada pula Queen’s Seal, stempel giok permaisuri Dinasti Han yang diduga milik Lv Zhi, satu-satunya yang ditemukan dari periode tersebut.
Mei menambahkan, kejayaan Dinasti Tang yang terekam dalam koleksi museum tidak lepas dari peran Jalur Sutra yang membawa pertukaran budaya luas antara Tiongkok dan dunia internasional.
“Berkat Jalur Sutra, Tiongkok menjalin pertukaran ekstensif dengan dunia internasional. Berbagai keramik glasir tiga warna, barang perak, dan emas peninggalan Dinasti Tang mereproduksi masa kejayaan tersebut,” ujarnya.
Menurut Mei, keberadaan museum ini sekaligus memperkuat julukan Xi’an sebagai ‘kota museum’. “Hampir setiap sudut kota menyimpan peninggalan sejarah dari berbagai dinasti, baik di ruang terbuka maupun di dalam museum seperti Shaanxi History Museum,” katanya.