Transformasi The Paper, Dari Media Cetak hingga AI
- 09 Agt 2025 00:31 WIB
- Medan
KBRN, Shanghai: The Paper, salah satu media top tier di Tiongkok, tengah menunjukkan transformasi besar dalam industri berita dengan meninggalkan format cetak dan sepenuhnya mengandalkan sistem multimedia berbasis kecerdasan buatan (AI). Media yang berbasis di Shanghai ini kini memproduksi 4.000 hingga 5.000 berita setiap hari, termasuk video dan konten interaktif, dengan tingkat penyebaran informasi dan pengaruh yang berada di peringkat teratas di negara tersebut.
Menurut Wu Ting, anggota Dewan Redaksi The Paper, media ini telah memanfaatkan teknologi AI untuk hampir seluruh proses redaksional, mulai dari pencarian berita, verifikasi fakta, penerjemahan, pembacaan naskah, hingga pembuatan laporan keuangan otomatis.
“Saat ini, kita sudah lebih maju dibandingkan banyak media lainnya,” ujarnya kepada RRI, Jumat (1/8/2025) di Kantor The Paper, Shanghai.
The Paper aktif di berbagai platform digital seperti Weibo, Douyin, WeChat, serta platform berita internasional. Inovasi berbasis data menjadi salah satu kekuatan utama, di antaranya melalui analisis data yang divisualisasikan dalam bentuk animasi grafis, liputan langsung 24 jam, dan sistem pengecekan fakta yang mampu memverifikasi teks, foto, video, hingga rekaman suara. Semua teknologi ini dikembangkan secara internal.
Li Yiqing, Wakil Direktur Departemen Berita Internasional The Paper, menjelaskan bahwa tren peralihan dari media cetak ke digital di Tiongkok tak terhindarkan, seiring mayoritas masyarakat kini mengakses berita melalui ponsel. Meski surat kabar lokal harian masih ada di banyak kota, media cetak secara umum semakin ditinggalkan.
“Mayoritas masyarakat membaca berita melalui smartphone, sehingga media berbasis cetak semakin ditinggalkan,” ucapnya.
Selain fokus pada isu nasional dan daerah, The Paper juga memiliki publikasi saudara berbahasa Inggris bernama Sixth Tone, yang menyajikan kehidupan sosial di Tiongkok untuk audiens global. Berbeda dari sekadar terjemahan, Sixth Tone menawarkan perspektif lokal dalam Bahasa Inggris, dengan tim khusus.
Pendapatan The Paper sebagian besar berasal dari iklan (sekitar 80%) dan monetisasi konten orisinal, disertai kegiatan offline untuk memperluas jangkauan publik. Meski mengalami penurunan pendapatan hingga 50%, mereka tetap menghindari pemutusan hubungan kerja massal dan mempertahankan jurnalis senior.
“Kami berupaya semaksimal mungkin menggelar lebih banyak aktivitas dan bekerja sama dengan organisasi-organisasi kecil yang dapat menyediakan konten singkat. Dengan begitu, mereka tetap bisa menjangkau audiens yang lebih luas,” ungkap Wu.
Dalam kontennya, The Paper memadukan liputan mendalam tentang kebijakan ekonomi, budaya, dan isu strategis nasional dengan program hiburan dan edukasi, termasuk segmen anak-anak, olahraga, dan konsultasi medis. Mereka juga menggarap isu-isu internasional, seperti peringatan 10 tahun Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) di Jakarta pada 2023, promosi hubungan Tiongkok–Eropa, hingga diplomasi budaya lewat ikon panda.
Sebagai media milik negara berbasis di Shanghai, The Paper bersaing dengan raksasa media nasional seperti Xinhua, namun tetap mempertahankan identitasnya sebagai platform berita modern yang mengutamakan kredibilitas dan kualitas jurnalistik di era digital.